Basarnas Yogyakarta Gelar Pelatihan SAR Dasar untuk Puluhan Relawan di Bantul

Basarnas Yogyakarta Gelar Pelatihan SAR Dasar untuk Puluhan Relawan di Bantul
Basarnas Yogyakarta Gelar Pelatihan SAR Dasar untuk Puluhan Relawan di Bantul

IMOGIRI — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dasar Pencarian dan Pertolongan (SAR) bagi puluhan relawan di wilayah Kabupaten Bantul.

Pelatihan yang difokuskan pada materi pertolongan pertama (Medical First Responder) ini digelar guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat saat menghadapi situasi kegawatdaruratan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta, Rio Banupanitis, S.E., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali para potensi SAR dengan kemampuan dasar pertolongan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat sekitar.

“Kami bersurat ke kelurahan untuk melibatkan sekitar 40 peserta, terutama dari wilayah Bantul dan terbanyak dari Kelurahan Wukirsari. Para peserta ini merupakan potensi SAR yang selama ini aktif membantu operasi pencarian dan pertolongan di lapangan,” ujar Rio.

Rio berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh instruktur terlatih Basarnas Yogyakarta sehingga bisa diaplikasikan secara optimal saat terjadi situasi darurat.

Di tempat yang sama, Penewu (Camat) Imogiri, Slamet Santosa, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) tersebut.

Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari wilayah Imogiri (seperti Kelurahan Wukirsari, Selopamioro, Sriharjo, Girirejo, dan Karangtalun), tetapi juga mencakup relawan dari kapanewon tetangga seperti Pundong, Jetis, dan Pleret, serta bermitra dengan SAR DIY Distrik Bantul.

Selain peningkatan kapasitas relawan, Slamet mengungkapkan bahwa wilayah Wukirsari, Imogiri, juga dipersiapkan menjadi lokasi pembentukan Unit SAR baru yang akan menaungi wilayah pelayanan se-Kabupaten Bantul.

“Fasilitas gedung dan personelnya sudah siap, tinggal menunggu waktu peresmian agar bisa segera beroperasi. Kehadiran Unit SAR ini sangat penting sebagai pusat koordinasi, konsultasi, dan penanganan kondisi darurat bencana di wilayah Bantul,” kata Slamet.

Ia mengimbau seluruh relawan memanfaatkan momentum pelatihan satu hari ini untuk terus mengasah keterampilan rescue sekaligus memperkuat jejaring komunikasi antar-relawan dan Basarnas.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *