KARANG TENGAH – Tim mahasiswa dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meluncurkan program inovatif untuk membantu petani mengatasi permasalahan hama tikus di Padukuhan Karang Tengah, Kelurahan Karang Tengah.
Program yang digagas oleh 19 mahasiswa aktif ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian lokal melalui pemanfaatan teknologi modern.
Dinar Arusoniawan, mahasiswa semester 4 UAD sekaligus perwakilan tim, menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan berupa robot yang dapat berkeliling di pematang sawah.
Robot ini memancarkan gelombang khusus untuk mengganggu aktivitas tikus, yang kemudian dikombinasikan dengan pemasangan perangkap (trap) di titik-titik strategis.
“Kami ingin membantu para petani di Karang Tengah agar lebih produktif dalam menghadapi hama tikus. Robot ini menyebarkan gelombang yang mengganggu tikus, lalu perangkap disiapkan untuk menangkapnya,” ujar Dinar saat ditemui di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapanewon Imogiri terletak di wilayah Ngancar, Karangtalun, Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Program berbasis teknologi ini telah berjalan sejak bulan Juni dan ditargetkan rampung pada akhir September.
Untuk menjamin keberlanjutan program setelah tim selesai bertugas, para mahasiswa juga telah membentuk dan melatih kelompok pemuda setempat yang dinamai _Tim Teknologi Desa_.
Selain penanganan hama, tim mahasiswa UAD ini juga memperluas cakupan program dengan merancang situs web resmi desa di karangtengah.id.
Situs tersebut difungsikan untuk mendukung UMKM lokal serta menyajikan informasi dan statistik pertanian.
Informasi serta pembaruan kegiatan program ini juga dapat diakses melalui akun Instagram resmi mereka di @ppkordc_uad.




