BANGKA BELITUNG — Dari tanah yang pernah terluka, harapan baru mulai ditanam. Di tengah hamparan lahan kritis dan bekas aktivitas pertambangan yang tandus dan gersang, sebuah gerakan penghijauan berbasis lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat hadir dari Balunijuk, Bangka Belitung.
Yayasan Lembaga Solidaritas Anak Bangsa Cinta Damai Indonesia (YLSABCDI) meluncurkan program “Akar Cinta Masa Depan”, sebuah gerakan yang membawa pesan sederhana namun kuat: menanam kasih, memanen harapan.
Program ini tidak sekadar menanam pohon. Lebih jauh, “Akar Cinta Masa Depan” dirancang sebagai gerakan pemulihan lahan, edukasi lingkungan, penguatan ekonomi berkelanjutan, sekaligus upaya membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga bumi.
Konsep utama program mengembangkan pola tanam tumpang sari dengan tiga komoditas, yakni kelapa, kopi Liberika, dan pisang.
Kelapa diproyeksikan sebagai tanaman jangka panjang yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu menjaga struktur tanah. Kopi Liberika dikembangkan sebagai komoditas yang memiliki karakter khas Bangka Belitung dan peluang pasar yang luas. Sementara pisang dipilih karena relatif cepat menghasilkan sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi lebih awal bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, satu lahan diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat secara berkelanjutan.
Sekali menanam, manfaatnya dapat dirasakan selama puluhan tahun.
Menghijaukan Lahan, Menekan Dampak Perubahan Iklim
Salah satu misi utama “Akar Cinta Masa Depan” adalah mengembalikan fungsi ekologis lahan kritis dan bekas tambang secara bertahap.
Vegetasi yang tumbuh diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi lingkungan, meningkatkan tutupan hijau, menjaga tanah, serta menyerap karbon dari atmosfer.
Gerakan penghijauan tersebut juga membawa pesan bahwa persoalan perubahan iklim tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu. Masyarakat, dunia pendidikan, organisasi sosial, pelaku usaha, dan generasi muda dapat mengambil bagian melalui tindakan nyata.
Karena itu, program ini diarahkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi juga membangun edukasi dan kecintaan terhadap lingkungan.
Dari Bangka Belitung untuk Generasi Indonesia
YLSABCDI menargetkan semangat program “Akar Cinta Masa Depan” dapat berkembang menjadi gerakan edukasi lingkungan yang menjangkau jutaan pelajar di Indonesia.
Generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan melalui buku pelajaran, tetapi juga memahami secara langsung bagaimana sebuah pohon ditanam, dirawat, tumbuh, menghasilkan oksigen, menjaga ekosistem, sekaligus dapat memberikan manfaat ekonomi.
Pendidikan lingkungan sejak dini menjadi salah satu fondasi penting agar kesadaran menjaga alam tidak berhenti sebagai slogan.
Pohon yang ditanam hari ini mungkin baru memberikan hasil ekonomi beberapa tahun kemudian. Namun, nilai pendidikan dan kesadaran yang ditanamkan kepada seorang anak dapat diwariskan sepanjang hidupnya.
Ekonomi Berkelanjutan
Program ini juga membawa misi pemberdayaan ekonomi.
Lahan yang sebelumnya tidak produktif diharapkan dapat secara bertahap menjadi lahan yang menghasilkan. Masyarakat bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat terlibat dalam proses penanaman, pemeliharaan, pengelolaan hasil, hingga pengembangan produk turunannya.
Dengan demikian, penghijauan tidak diposisikan sebagai kegiatan yang berdiri sendiri.
Lingkungan dipulihkan, ekonomi masyarakat dibangun.
Inilah gagasan utama yang ingin dibawa “Akar Cinta Masa Depan”: menciptakan hubungan antara kelestarian alam dan kesejahteraan manusia.
Pembina YLSABCDI, Eko Nurdiansyah, mengatakan program tersebut lahir dari kepedulian terhadap bumi sekaligus keinginan menghadirkan manfaat nyata bagi generasi mendatang.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan kasih sayang kami kepada bumi dan umat manusia. Akar yang tumbuh akan mengikat tanah agar tidak longsor, dan hasilnya akan memberi makan serta menyejahterakan generasi yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Divisi Sosial YLSABCDI, Jihan Astrina, menegaskan bahwa program tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Visi nasional program ini adalah bagaimana mendidik dan membina generasi masa kini untuk benar-benar mencintai alam dan menjaga lingkungan, demi masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Menanam Kasih, Memanen Harapan
Dari Balunijuk, Bangka Belitung, “Akar Cinta Masa Depan” membawa sebuah optimisme bahwa lahan yang pernah rusak masih memiliki kesempatan untuk kembali produktif.
Tanah yang tandus dapat dihijaukan. Lahan kritis dapat dipulihkan. Karbon dapat diserap. Generasi muda dapat diedukasi. Dan masyarakat dapat memperoleh sumber ekonomi baru.
Semua berawal dari satu tindakan sederhana: menanam.
Namun, yang ditanam bukan hanya bibit.
Yang ditanam adalah kepedulian, cinta terhadap bumi, harapan ekonomi, dan masa depan generasi Indonesia.
MENANAM KASIH. MEMANEN HARAPAN.
Dari Bangka Belitung untuk Indonesia.




