Warga Desak Penindakan Tambang Ilegal Di Kranggan dan Tembelok

Tambang ilegal
Tak Jera Pasca Penertiban, Aktivitas Tambang Laut Diduga Kembali Marak di Kranggan dan Tembelok. (Jurnalis/Foto: Zainal Abidin)

Bangka Barat — Aktivitas tambang ilegal di kawasan perairan Kranggan, Kabupaten Bangka Barat, kembali menjadi sorotan publik. Meski sebelumnya sempat dilakukan penertiban oleh aparat penegak hukum dan sejumlah ponton diamankan, laporan masyarakat menyebut aktivitas tambang laut diduga kembali berlangsung secara intensif. Bahkan, dugaan aktivitas serupa disebut mulai merambah kawasan perairan Tembelok.

Sejumlah warga dan nelayan mengaku resah melihat aktivitas yang diduga kembali berlangsung pada malam hari. Mereka mempertanyakan efektivitas penindakan apabila kegiatan serupa dapat kembali berjalan dalam waktu singkat setelah operasi penertiban dilakukan.

Seorang nelayan setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa aktivitas tambang laut di wilayah Kranggan disebut kembali terlihat ramai sejak beberapa malam terakhir.

“Kami melihat aktivitas ponton kembali bergerak pada malam hari. Bahkan kabarnya mulai merambah ke wilayah Tembelok. Masyarakat jadi bertanya-tanya, apakah tidak ada efek jera setelah penertiban sebelumnya?” ujar sumber tersebut kepada tim redaksi, Sabtu (30/5/2026).

Tambang ilegal
Tak Jera Pasca Penertiban, Aktivitas Tambang Laut Diduga Kembali Marak di Kranggan dan Tembelok. (Jurnalis/Foto: Zainal Abidin)

Dugaan Aktivitas Berulang, Warga Pertanyakan Efektivitas Penindakan

Fenomena dugaan tambang ilegal yang kembali beroperasi pasca penertiban memunculkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat pesisir. Selain dinilai berpotensi merusak ekosistem laut, aktivitas tersebut juga dikhawatirkan berdampak pada hasil tangkapan nelayan tradisional yang selama ini menggantungkan hidup dari laut.

Masyarakat mempertanyakan sejauh mana efektivitas operasi penegakan hukum apabila aktivitas serupa kembali muncul di lokasi yang sama hanya dalam hitungan hari. Kondisi ini memunculkan persepsi publik bahwa terdapat celah pengawasan ataupun lemahnya efek jera terhadap para pelaku.

Di sisi lain, berkembang pula asumsi di masyarakat mengenai kemungkinan adanya aktor intelektual, pemodal, atau pihak tertentu yang diduga memiliki peran di balik keberlangsungan aktivitas tersebut. Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Desakan Penindakan Menyeluruh

Warga berharap penanganan tidak berhenti pada penertiban alat ataupun pekerja lapangan semata. Mereka meminta aparat melakukan penelusuran secara komprehensif terhadap rantai aktivitas tambang ilegal, termasuk jika ditemukan adanya pihak yang diduga mengorganisasi, mendanai, atau mengambil keuntungan dari praktik tersebut.

“Kalau memang ada jaringan atau pemodal di belakangnya, harus diusut sampai tuntas. Jangan hanya berhenti di lapangan saja, karena persoalan ini terus berulang,” ujar salah satu warga pesisir.

Bagi masyarakat, persoalan tambang ilegal bukan sekadar pelanggaran administratif atau hukum biasa. Dampaknya dinilai menyentuh aspek lingkungan, ekonomi masyarakat nelayan, hingga kewibawaan penegakan hukum di daerah.

Ujian Serius Penegakan Hukum dan Perlindungan Ekosistem Laut

Kembalinya dugaan aktivitas tambang laut di kawasan Kranggan serta meluasnya laporan ke wilayah Tembelok kini menjadi tantangan serius bagi aparat penegak hukum dan instansi terkait. Publik menantikan langkah konkret, tidak hanya berupa operasi sesaat, tetapi juga upaya pencegahan berkelanjutan dan penegakan hukum yang menyentuh akar persoalan.

Selain aspek hukum, pengawasan terhadap kawasan pesisir juga menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem laut tetap terjaga dan tidak terus mengalami tekanan akibat aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis terkait dapat meningkatkan pengawasan serta menghadirkan kepastian hukum yang tegas dan berkeadilan bagi seluruh pihak.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *