GKR Bendara Dorong Sertifikasi Lokal untuk Perkuat Industri Wellness Indonesia

GKR Bendara Dorong Sertifikasi Lokal untuk Perkuat Industri Wellness Indonesia
Visi GKR Bendara: Membangun Kemandirian Industri Wellness Indonesia Lewat Sertifikasi Lokal dan Kekuatan Narasi Budaya

YOGYAKARTA Indonesia tidak boleh sekadar menjadi “penonton” atau pengikut tren dalam industri pariwisata kesehatan global yang kian masif. Pesan kuat ini disampaikan oleh GKR Bendara dalam acara sharing session yang digelar Himpunan Mahasiswa Pariwisata STP AMPTA Yogyakarta di Ruang Tamansari, Sabtu (9/5/2026).

​Dalam diskusi bertajuk “Pengembangan Cultural Wellness Tourism Sebagai Produk Wisata Unggulan DIY” tersebut, GKR Bendara menekankan pentingnya kedaulatan industri dalam negeri agar tidak terus-menerus bergantung pada standarisasi asing.

​Melawan Dominasi Asing di Tanah Sendiri
​Salah satu poin krusial yang disoroti adalah ironi di balik kekayaan tradisi Nusantara. Saat ini, sektor wellness di Indonesia, seperti yoga dan breathwork, masih didominasi oleh instruktur dan lembaga sertifikasi dari luar negeri.

​”Kita butuh infrastruktur sertifikasi mandiri yang kuat. Tanpa itu, kita akan selalu tertinggal dalam mengikuti tren dunia,” tegas GKR Bendara.

Beliau mendorong pembentukan badan sertifikasi lokal yang mampu mencetak instruktur profesional berstandar internasional, namun tetap memiliki DNA dan jiwa asli Indonesia.

​Strategi “Storytelling”: Menjual Filosofi, Bukan Sekadar Layanan
​GKR Bendara meyakini bahwa keunggulan kompetitif Indonesia terletak pada narasi budaya.

Menurutnya, setiap wilayah—mulai dari Yogyakarta, Bali, hingga NTT—memiliki akar budaya kesehatan yang berbeda dan unik.

Dengan teknik storytelling yang tepat, layanan kebugaran tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas fisik, melainkan sebuah pengalaman spiritual yang sarat nilai sejarah. Wisatawan mancanegara pun diajak untuk meresapi filosofi di balik setiap praktik kesehatan yang mereka jalani.

Memahami Karakter Wisatawan Modern
​Dalam sesi tersebut, dipaparkan pula dua kategori utama wisatawan yang menjadi target pasar industri wellness:
​The Beginners (Pemula): Wisatawan yang menyisipkan aktivitas ringan seperti yoga atau meditasi di sela-sela jadwal liburan mereka.
​The Experts (Ahli): Wisatawan yang mencari pengalaman mendalam, seperti paket Digital Detox selama lima hari untuk memutus koneksi dengan gadget dan fokus pada penyembuhan suara (sound healing) serta nutrisi sehat.
​Keberhasilan destinasi seperti Yoga Barn di Bali dijadikan contoh nyata bagaimana profesionalisme dapat berjalan beriringan dengan keaslian budaya.

Sinergi untuk Keberlanjutan
Sebagai langkah konkret, GKR Bendara mengajak para akademisi, pemerintah, dan praktisi industri untuk berkolaborasi dalam menstandardisasi produk serta layanan. Hal ini penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan global.


Inovasi yang berakar pada tradisi luhur diharapkan mampu menjadikan pariwisata tematik Indonesia sebagai pemimpin pasar sekaligus pelestari warisan budaya bagi generasi masa depan.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *