YLSABCDI Tegaskan Prinsip Mandiri, Ormas Harus Tumbuh dari Keringat Perjuangan Bukan Ketergantungan

YLSABCDI Tegaskan Prinsip Mandiri, Ormas Harus Tumbuh dari Keringat Perjuangan Bukan Ketergantungan

BANGKA BELITUNG — Yayasan Lembaga Solidaritas Anak Bangsa Cinta Damai Indonesia   (YLSABCDI) menegaskan komitmennya membangun organisasi berbasis kemandirian, bukan bergantung pada bantuan instan ataupun kepentingan politik tertentu.

Pembina YLSABCDI, Eko Nurdiansyah, menilai banyak organisasi masyarakat gagal berkembang karena sejak awal hanya berorientasi pada donasi, hibah, atau bantuan anggaran pemerintah tanpa membangun kekuatan internal organisasi.

Menurutnya, ormas yang sehat harus mampu menciptakan sistem pendanaan sendiri melalui kegiatan produktif maupun unit usaha yang dikelola secara berkelanjutan. Dengan pola tersebut, organisasi dapat menjalankan program sosial tanpa harus bergantung pada pihak luar.

“Organisasi yang kuat lahir dari perjuangan dan kemandirian anggotanya sendiri. Kalau sejak awal hanya berharap bantuan, maka daya tahan organisasinya akan lemah,” ujarnya.

Ia menegaskan, semangat membangun organisasi bukan sekadar soal membentuk struktur kepengurusan, melainkan kesiapan menghadapi proses panjang penuh tantangan. Mulai dari membangun solidaritas, menjaga konsistensi gerakan, hingga memastikan organisasi tetap hidup meski tanpa suntikan dana eksternal.

Bagi YLSABCDI, prinsip tersebut menjadi pondasi agar organisasi tetap independen, tidak mudah ditarik ke kepentingan politik praktis, bebas dari dominasi oligarki, dan tetap fokus pada kepentingan masyarakat luas, khususnya kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Eko juga menyoroti pentingnya etika penggunaan anggaran negara. Ia menilai organisasi sosial seharusnya tidak menjadikan APBN maupun APBD sebagai sumber utama keberlangsungan organisasi, mengingat anggaran tersebut berasal dari pajak rakyat.

“Kalau ormas bisa mandiri, maka manfaatnya lebih besar untuk masyarakat karena gerak organisasinya tidak dikendalikan kepentingan tertentu,” katanya.

Kesbangpol Babel Dorong Evaluasi Kinerja Ormas

Sementara itu, Defri Sugesti, Analis Kebijakan Ahli Muda di Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, menilai evaluasi terhadap indeks kinerja organisasi kemasyarakatan perlu dilakukan secara berkala.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengukur perkembangan organisasi dari tahun ke tahun, sekaligus memastikan keberadaan ormas benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Evaluasi juga dinilai dapat menjadi tolok ukur sejauh mana organisasi mampu menjalankan visi sosialnya secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *