Warga Jayamulya Desak Penutupan Kandang Ayam

Warga Jayamulya Desak Penutupan Kandang Ayam

BEKASI — Ratusan warga Dusun (Kadus) 1, Desa Jayamulya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, mendatangi Kantor Desa Jayamulya, Sabtu (2/5/2026), untuk menuntut penutupan peternakan ayam yang dinilai meresahkan.

‎Aksi tersebut dipicu oleh bau menyengat yang berasal dari kandang ayam dan dianggap mengganggu kenyamanan warga sekitar.

‎Peternakan yang telah beroperasi selama bertahun-tahun itu kini menjadi sorotan masyarakat.

‎Sebelumnya, warga juga sempat menyampaikan protes ke Kantor Kecamatan Serang Baru. Namun, mereka kemudian diarahkan untuk menempuh jalur mediasi melalui musyawarah di tingkat desa.

‎Kepala Desa Jayamulya, Asep Gunawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah desa berkomitmen menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat. Ia meminta warga tetap tenang dan mengedepankan dialog.

‎“Kantor desa adalah tempat bermusyawarah. Kami ingin mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Tidak ada pembiaran atas keluhan ini, namun kita harus tetap menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

‎Camat Serang Baru, Deni Mulyadi, menegaskan bahwa setiap pelaku usaha wajib mematuhi aturan lingkungan hidup. Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi untuk meminimalisir dampak polusi, baik bau maupun limbah.

‎“Saya tidak ingin ada usaha yang merugikan masyarakat. Pengusaha wajib memenuhi standar kelayakan lingkungan. Jika aturan dipatuhi, kecil kemungkinan akan ada penolakan dari warga,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul, mengimbau warga agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis.

‎“Kami hadir untuk memastikan musyawarah berjalan aman. Tahan diri dan hormati hasil kesepakatan. Jangan sampai ada tindakan di luar hukum yang merugikan diri sendiri,” ujarnya.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *