Bekasi – Pemerintah Desa Jayamulya, Kecamatan Serang Baru, menunjukkan respons cepat atas keluhan warga terkait keberadaan kandang ayam potong (broiler) di Kampung Cikarang Girang yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan.
Kepala Desa Jayamulya, Asep Gunawan, menegaskan pihaknya langsung bergerak begitu menerima laporan masyarakat, khususnya terkait bau menyengat dan meningkatnya populasi lalat yang masuk ke area permukiman.
“Kami tidak tinggal diam. Perangkat desa melalui Kepala Dusun dan RT sudah kami tugaskan untuk turun langsung ke lokasi, memberikan teguran, serta meminta pemilik kandang segera memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan,” ujar Asep, Rabu (22/4/2026).
Asep menjelaskan, kandang ayam tersebut sebelumnya sempat mengajukan perizinan ke pemerintah desa. Namun hingga kini, proses administrasi lanjutan belum dilaporkan kembali secara resmi kepada pihak desa.
Karena itu, Pemdes Jayamulya mengambil langkah tegas dengan meminta kejelasan status perizinan sekaligus memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Desa Jayamulya juga menjalin koordinasi aktif dengan pihak Kecamatan Serang Baru. Bahkan, unsur kecamatan melalui Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi guna memverifikasi kondisi di lapangan.
“Jika teguran yang sudah disampaikan tidak diindahkan, kami akan segera melayangkan surat teguran resmi sebagai langkah lanjutan. Ini bagian dari komitmen kami menjaga kenyamanan dan kesehatan warga,” tegasnya.

Langkah cepat Pemdes Jayamulya ini mendapat dukungan dari pihak kecamatan. Camat Serang Baru, Deni Mulyadi, memastikan jajarannya telah turun langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk penanganan yang tepat.
“Saya sudah instruksikan kasi trantib untuk cek langsung ke lapangan dan memastikan laporan warga ditindaklanjuti secara serius bersama pemerintah desa,” ujar Deni.
Respons sigap ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Desa Jayamulya di bawah kepemimpinan Asep Gunawan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup masyarakat.
Pendekatan persuasif yang diutamakan, disertai langkah administratif yang tegas, dinilai sebagai upaya solutif dan berimbang.
Warga pun berharap, langkah cepat pemerintah desa dan kecamatan dapat segera menghasilkan solusi konkret, sehingga aktivitas usaha tetap berjalan sesuai aturan tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan lingkungan permukiman.
Dengan koordinasi lintas sektor dan tindakan terukur, Pemdes Jayamulya menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam merespons aspirasi masyarakat serta menciptakan tata kelola lingkungan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.




