Pemeliharaan Jalan Plered Disorot, Warga Keluhkan Kualitas Tambalan

Pemeliharaan Jalan Plered Disorot, Warga Keluhkan Kualitas Tambalan

Purwakarta — Pekerjaan pemeliharaan jalan pada ruas Plered–Citeko, Kabupaten Purwakarta, menuai sorotan warga. Perbaikan jalan berupa penambalan lubang (patching) dinilai tidak memenuhi standar teknis, sehingga dikhawatirkan tidak bertahan lama.

Sejumlah warga mengungkapkan, proses perbaikan dilakukan secara cepat tanpa tahapan teknis yang semestinya. Aspal disebut langsung dituang ke lubang tanpa adanya persiapan lapisan dasar yang memadai.

“Perbaikannya terlihat terburu-buru, langsung ditambal tanpa dasar. Kami khawatir akan cepat rusak lagi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Secara teknis, penanganan jalan berlubang idealnya melalui beberapa tahapan, mulai dari pembersihan area, pengisian material dasar, hingga proses pemadatan sebelum pelapisan aspal. Tahapan tersebut bertujuan memastikan daya tahan serta keamanan bagi pengguna jalan.

Pihak UPTD wilayah Plered saat dikonfirmasi menyatakan bahwa mereka berperan sebagai pelaksana teknis di lapangan. Terkait anggaran dan distribusi material, disebutkan menjadi kewenangan dinas terkait melalui bidang pemeliharaan.

Sementara itu, seorang praktisi konstruksi di wilayah Plered menilai bahwa pekerjaan patching seharusnya dilakukan secara profesional agar hasilnya rata, kuat, dan tidak membahayakan pengguna jalan.

“Jika tidak sesuai prosedur, kualitasnya akan rendah dan berpotensi cepat mengalami kerusakan kembali,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Purwakarta belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan.

Kondisi ini mendorong sejumlah pihak berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Pengawasan internal serta transparansi dalam proses pemeliharaan infrastruktur dinilai penting untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar serta penggunaan anggaran berjalan akuntabel.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *