Gunungkidul Gelar Fam Trip Geosite 2026, Sasar Wisatawan Global

Gunungkidul Gelar Fam Trip Geosite 2026, Sasar Wisatawan Global
Gunungkidul Gelar Fam Trip Geosite 2026, Sasar Wisatawan Global

GUNUNGKIDUL Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul sukses menggelar kegiatan Fam Trip Geosite pada 14–15 April 2026.

Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi Gunungkidul sebagai destinasi wisata minat khusus berbasis geologi (geosite) yang unggul di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Melibatkan influencer, jurnalis, mahasiswa asing, hingga Dimas Diajeng DIY, kegiatan ini bertujuan menjadikan para peserta sebagai agen promosi digital guna meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara secara signifikan.

Menjelajahi Jejak Gunung Api Purba Nglanggeran
​Perjalanan hari pertama dimulai di Desa Wisata Nglanggeran. Peserta ditantang mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran, sebuah ikon geologi yang diperkirakan terbentuk 60–70 juta tahun silam.

Uniknya, rombongan diantar menggunakan transportasi lokal bernama “Pajero” (Panas Njobo Njero), kendaraan bak terbuka yang memberikan sensasi petualangan tersendiri bagi para peserta sebelum memulai pendakian.

​”Pemandangannya sangat indah, apalagi saat sampai di titik atas. Ini bukan sekadar wisata, tetapi juga pengalaman belajar tentang sejarah alam Gunungkidul,” ungkap Andhiani Dhifta, salah satu peserta influencer yang ikut dalam rombongan.

Selain mendaki, peserta juga mengunjungi:
​Griya Coklat Nglanggeran: Sentra pengolahan kakao lokal yang memberdayakan masyarakat setempat.

Embung Nglanggeran: Spot terbaik menikmati sunset di atas bukit yang menjadi penutup manis di hari pertama.

Live-in di Homestay: Peserta menginap di rumah warga untuk merasakan kehangatan budaya dan keramahan khas pedesaan.
​Adrenalin Cave Tubing di Kalisuci dan Off-Road di Tepus Hari kedua berlanjut ke kawasan Semanu untuk menjajal Kalisuci.

Sebagai pelopor wisata cave tubing di Indonesia, Kalisuci menawarkan pengalaman menyusuri sungai bawah tanah di dalam sistem gua karst yang eksotis dengan air yang sangat jernih.

​Tak berhenti di sana, petualangan berlanjut ke Desa Wisata Tepus menggunakan jeep off-road. Di sini, sisi edukasi dan ekonomi kreatif ditonjolkan melalui kunjungan ke Padukuhan Blekonang, sentra kerajinan perak unggulan UMKM setempat.

Peserta melihat langsung bagaimana pengrajin lokal mengolah perak menjadi perhiasan bernilai seni tinggi.

​Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan suasana santai di pesisir selatan, yakni makan siang di Pantai Sundak dan menikmati panorama luas di Pantai Sepanjang.

Mendorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Berkelanjutan
​Kepala Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata, Supriyanto, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kolaborasi dengan para pegiat media digital adalah kunci utama strategi pemasaran saat ini.

“Harapannya para peserta dapat menjadi agen promosi yang menyampaikan pengalaman mereka kepada publik sehingga kunjungan ke kawasan geosite di Gunungkidul terus meningkat,” ujarnya.

Dengan perpaduan keajaiban geologi, kekayaan budaya, dan kekuatan UMKM lokal, Gunungkidul optimis dapat terus bertransformasi menjadi pusat pariwisata berkelanjutan yang mendunia.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *