Purwakarta – Krisis sampah di wilayah Plered kian mengemuka. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta mengakui adanya kendala serius pada armada pengangkut sampah serta antrean panjang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, pihak DLH memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait sistem perawatan armada.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Purwakarta, Anggoro Budianto, menyampaikan bahwa dari total lima armada yang melayani jalur Plered—terdiri dari dua unit amrol dan tiga dump truck—hanya tiga unit yang saat ini beroperasi.
“Dari total armada di jalur Plered yang terdiri dari 2 unit amrol dan 3 unit dump truck, hanya 1 dump truck dan 2 amrol yang saat ini beroperasi, sementara 2 dump truck lainnya tengah dalam tahap perbaikan. Kendala juga terjadi di TPA karena antrean, alat berat hanya satu yang beroperasi,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (11/04/2026).
Meski demikian, saat ditanya lebih jauh mengenai mekanisme perawatan armada—termasuk pola perawatan rutin dan estimasi waktu perbaikan—Anggoro tidak memberikan jawaban lanjutan.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah publik. Pasalnya, armada operasional pemerintah seharusnya mendapatkan perawatan berkala yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), guna menjamin kelayakan dan keberlangsungan layanan publik.
Minimnya transparansi terkait perawatan serta lamanya proses perbaikan kendaraan memicu dugaan adanya persoalan dalam tata kelola anggaran dan pemeliharaan armada.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak DLH Kabupaten Purwakarta belum memberikan penjelasan tambahan terkait hal tersebut.




