Purwakarta, 4 April 2025 – Persoalan sampah di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, kembali menjadi sorotan. Layanan pengangkutan dilaporkan mengalami gangguan serius, diduga akibat keterbatasan armada operasional.
Seorang petugas pengangkut sampah di wilayah tersebut menyebutkan, frekuensi pengangkutan yang sebelumnya rutin kini berkurang drastis.
“Sekarang pengangkutan jadi seminggu sekali. Beberapa mobil dinas pengangkut sedang tidak beroperasi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga untuk sementara tidak membuang sampah ke tempat penampungan sementara (TPS) di pinggir jalan guna mencegah penumpukan yang semakin parah.
Kondisi serupa dilaporkan terjadi di sejumlah desa, seperti Sukatani, Cibogo, Sindangsari, dan Citeko. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari total lima armada yang tersedia, hanya satu unit yang saat ini beroperasi dan harus melayani hingga 14 desa.
Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta.
Jika kondisi keterbatasan armada ini benar terjadi, maka hal tersebut berpotensi berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan sampah. Terlebih, kendaraan operasional pemerintah daerah pada umumnya memiliki alokasi anggaran perawatan rutin melalui APBD.
Di sisi lain, penumpukan sampah yang tidak tertangani berisiko menimbulkan gangguan lingkungan dan kesehatan masyarakat, seperti bau tidak sedap, meningkatnya populasi lalat, hingga potensi penyebaran penyakit.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Kabupaten Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi armada maupun langkah penanganan yang akan diambil.
Situasi ini mendorong perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut, guna memastikan layanan publik tetap berjalan optimal dan tidak merugikan masyarakat. (Yadi S – Red)




