Jogja Food and Beverage Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Kuliner dan Teknologi Pengemasan

Jogja Food and Beverage Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Kuliner dan Teknologi Pengemasan
Jogja Food and Beverage Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Kuliner dan Teknologi Pengemasan

YOGYAKARTA Industri kuliner, teknologi pengemasan, dan percetakan nasional kembali menggeliat di Yogyakarta. Melalui gelaran Jogja Food and Beverage Expo 2026, Krista Exhibitions resmi membuka rangkaian pameran perdana tahun ini yang bertempat di Jogja Expo Center (JEC).

Pameran terpadu yang menyatukan sektor makanan-minuman (mamin), Jogja Pack & Process Expo, serta Jogja Printing Expo ini diumumkan secara resmi dalam konferensi pers yang berlangsung hari ini, Jumat (27/3/2026), di Novotel Suites Yogyakarta.

Pameran Perdana Krista Exhibitions di Tahun 2026
​CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, menyatakan bahwa Yogyakarta dipilih sebagai titik awal rangkaian event besar mereka sepanjang tahun 2026.

​”Ini merupakan pameran perdana kami di tahun 2026. Yogyakarta menjadi lokasi strategis dengan tema industri makanan minuman, pengemasan, hingga teknologi printing,” ujar Daud.

Setelah Yogyakarta, rangkaian pameran ini dijadwalkan akan menyambangi Surabaya dan Bali, sebelum mencapai puncaknya di Jakarta melalui ajang internasional Krista Interfood.

Sinergi 110 Peserta dan Pemberdayaan UMKM
​Sebanyak 110 peserta dipastikan berpartisipasi dalam ajang ini. Menariknya, sekitar 30 di antaranya merupakan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang mendapatkan panggung utama untuk memperkenalkan produk lokal ke kancah nasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan expo ini.

Menurutnya, acara ini bukan sekadar pameran dagang, melainkan wadah untuk menjaga tradisi kuliner sekaligus melahirkan tren baru.

“Ada sinergi di dalamnya. Kami mengapresiasi langkah penyelenggara untuk menghadirkan expo ini di Jogja guna merawat tradisi dan menciptakan inovasi baru di industri,” tutur Yuna.

Fokus pada Business Matching dan Edukasi
​Selain pameran produk, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan edukatif dan kompetisi, seperti:
​Lomba Memasak yang atraktif.
​Kelas Edukasi Teh dan Kopi bersama Dewan Teh Indonesia (DTI).
​Workshop Pengemasan untuk mendorong business matching antara pemilik brand dan penyedia teknologi kemasan.

Ariana Susanti, Business Development Director Indonesia Packaging Federation (IPF), menekankan bahwa kolaborasi antara industri mamin dan pengemasan sangat krusial untuk meningkatkan nilai jual produk di pasar global.

Tantangan Regenerasi Industri Grafika
​Di sisi lain, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani, menyoroti kondisi industri percetakan di Yogyakarta yang 80 persennya dikelola oleh UKM.

Ia menekankan pentingnya adaptasi teknologi dan regenerasi agar industri lokal tetap kompetitif.

Senada dengan hal tersebut, Ellyn Subiyanti selaku Founder Jogja Chinese Art & Culture Center (JCACC) menambahkan bahwa konsep penggabungan kuliner dan packaging memberikan nilai tambah besar bagi identitas kota Yogyakarta sebagai destinasi wisata dan bisnis.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Jogja Food & Beverage Expo 2026 di JEC pada 8-11 April mendatang, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui tautan resmi: bit.ly/visitjogjafood2026.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *