Jakarta — Kinerja Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dinilai berjalan efektif, baik dari sisi kelancaran lalu lintas maupun keselamatan pengguna jalan.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa lonjakan volume kendaraan selama periode mudik tetap dapat dikendalikan. Pada puncak arus mudik, jumlah kendaraan tercatat mencapai sekitar 270 ribu unit, meningkat 4,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat diantisipasi melalui penerapan strategi rekayasa lalu lintas yang terukur, seperti contraflow, one way sepenggal, hingga one way nasional. Skema ini terbukti mampu mengurai kepadatan di sejumlah titik krusial.
“Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, arus lalu lintas secara umum tetap terkendali,” ujar Agus.
Selain kelancaran, aspek keselamatan juga menunjukkan peningkatan signifikan. Data awal Operasi Ketupat 2026 mencatat penurunan angka kecelakaan sekitar 15 persen.
Sementara itu, angka fatalitas korban meninggal dunia turun hampir 39 persen, dan dalam pembaruan data berikutnya bahkan mencapai sekitar 40 persen.
Pada periode Hari H Lebaran, kondisi lalu lintas di berbagai jalur utama dilaporkan tetap lancar dan terkendali, baik di jalan tol maupun jalur arteri. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan dinilai mampu menjaga stabilitas pergerakan kendaraan masyarakat.
Pengamat transportasi dan lalu lintas, Banter Adis, turut memberikan apresiasi terhadap capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Operasi Ketupat 2026 sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Upaya dalam mengatasi arus Mudik Lebaran 2026 seperti one way nasional, one way sepenggal, contraflow serta pengamanan di setiap titik keramaian menjadi perhatian bersama dan perlu kita apresiasi,” ungkap Banter Adis.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi lintas sektor serta kesiapan personel di lapangan. Kehadiran petugas di pos pengamanan dan pelayanan dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat selama perjalanan.
Banter Adis juga menyoroti efektivitas kampanye keselamatan yang digaungkan Korlantas Polri, seperti “Mudik Aman Keluarga Bahagia” dan “Mudik Tertib Ojo Kesusu”.
“Ini menjadi tren positif dan bukti bahwa upaya Kakorlantas Polri dan jajaran berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran 2026,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Operasi Ketupat 2026 tidak hanya dinilai sukses dari sisi pengamanan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mendorong budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.




