BOGOR – Lesunya kunjungan wisata selama Ramadan tak membuat PT Tiara Agro Jaya mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK). Manajemen memastikan seluruh karyawan tetap bekerja normal.
Direktur Utama PT Tiara Agro Jaya, M. Dwi Satriyo, menegaskan keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap karyawan.
“Rezeki itu tidak tertukar. Kami percaya apa yang menjadi bagian kita akan sampai pada waktunya,” kata Dwi, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, karyawan bukan sekadar tenaga kerja, tetapi bagian dari keluarga besar perusahaan. Karena itu, mempertahankan mereka di tengah penurunan pengunjung menjadi tanggung jawab moral.
“Dalam kondisi seperti ini justru kebersamaan diuji,” ujarnya.
Selama Ramadan, operasional di unit usaha seperti Eyoci, Warung Susu Eriffarm, dan Tiara Camp tetap berjalan. Namun, aktivitas difokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan dan fasilitas.
Karyawan diarahkan melakukan general cleaning, mulai dari penataan taman, perawatan fasilitas umum, hingga pembenahan area rekreasi.
Manajemen memanfaatkan momen sepi ini sebagai strategi persiapan menghadapi lonjakan wisatawan pasca-Lebaran.
“Kami ingin saat pengunjung kembali ramai, kondisi tempat sudah siap dan lebih baik,” jelas Dwi.
Tak hanya menjaga operasional, perusahaan juga tetap menjalankan program sosial rutin. Setiap bulan, sekitar 3 ton beras disalurkan kepada masyarakat sekitar.
Bantuan tersebut didistribusikan langsung ke rumah warga yang telah terdata. Program ini disebut telah berjalan sejak 1992.
“Kami ingin keberadaan perusahaan memberi manfaat nyata bagi lingkungan,” tambahnya.
Dwi optimistis, pasca-Idul Fitri jumlah pengunjung akan kembali meningkat, mengingat kawasan Cisarua menjadi destinasi favorit saat libur panjang.
“Kami yakin kondisi akan kembali normal. Yang penting sekarang adalah menjaga kualitas dan kesiapan,” tutupnya.




