YOGYAKARTA — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi lokal melalui perhelatan Gelar Potensi Industri Kerajinan Jogja.
Acara yang berlangsung di Alun-Alun Ambarrukmo ini menjadi panggung strategis bagi Industri Kecil Menengah (IKM) binaan untuk memperluas jangkauan pasar.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY, Lukis Wahono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan IKM.
”Ini adalah upaya Pemda DIY dalam rangka pembinaan dan pemberdayaan IKM binaan, khususnya Disperindag DIY. Fokus utama kami adalah membantu teman-teman IKM khusus pemasaran produk sehingga memiliki daya saing di pasaran,” ujar Lukis saat diwawancarai di lokasi acara, Sabtu (7/3/2026).
Solusi Pemasaran dan Permodalan IKM
Menurut Lukis, banyak pelaku IKM yang memiliki produk berkualitas namun terkendala biaya operasional untuk mengikuti pameran mandiri. Melalui Gelar Potensi ini, pemerintah hadir memberikan fasilitas gratis bagi para peserta.
”Terkadang teman-teman kesulitan permodalan untuk ikut pameran karena biayanya mahal. Jadi, ini salah satu upaya dinas untuk membantu memasarkan produk di pasar lokal maupun nasional,” tambahnya.
Pihak dinas juga telah memberikan pendampingan komprehensif sebelumnya, mulai dari aspek legalitas, sertifikasi produk, hingga menjaga konsistensi kualitas dan kuantitas produksi.
Targetkan Buyer Luar Jogja di Momentum HUT Amplaz
Pemilihan lokasi di Alun-Alun Ambarrukmo bukan tanpa alasan. Selain lokasinya yang strategis dan dekat dengan pusat perbelanjaan, acara ini sengaja digelar bertepatan dengan momentum hari ulang tahun Ambarrukmo Plaza (Amplaz).
“Kami harapkan banyak pengunjung dan buyer dari luar Jogja yang hadir. Harapannya, pasca pameran ini tetap berlanjut networking bisnisnya. Jadi tidak hanya transaksi saat ini saja,” kata Lukis.
Rincian Peserta Pameran
Pameran yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 6 hingga 8 Maret 2026 ini, diikuti oleh kurang lebih 50 IKM binaan yang terbagi dalam beberapa sektor:
Sektor Batik/Fashion: 20 IKM
Sektor Makanan dan Minuman: 20 IKM
Sektor Kerajinan (Craft): 10 IKM
Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung, termasuk rencana kegiatan buka bersama (bukber) yang diprediksi akan semakin meningkatkan volume pengunjung ke stand-stand IKM yang ada.




