BANTUL – Pondok IT Indonesia resmi menggelar acara Soft Launching program Santri IT Ambasador sekaligus buka puasa bersama yang berlangsung pada Rabu-Kamis, 4-5 Maret 2026.
Acara bertajuk “Mencetak Duta Generasi Digital Ber-Qur’an” ini dipusatkan di Pondok IT Indonesia, Dsn Kalangan, RT.01/RW.00, Gegunung, Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55772.
Program ini dirancang khusus untuk membekali santri dengan keahlian teknologi mutakhir tanpa meninggalkan nilai-nilai religius. Rangkaian kegiatannya mencakup Workshop Tiktok Affiliate, Workshop Digital Marketing, Kajian Keislaman, Kelas Tahsin, Kelas Parenting, hingga pembagian bingkisan Lebaran untuk anak yatim.
Kisah Inspiratif Parhan: Transformasi Digital dan Kemandirian
Salah satu sosok utama yang berbagi pengalaman dalam acara ini adalah Parhan Abdul Gani, seorang pemuda berusia 20 tahun asal Ciawi, Bogor. Parhan, yang kini menjadi salah satu pengajar Digital Marketing (spesialisasi Advertiser) di Pondok IT, menceritakan perjalanannya selama tiga tahun menimba ilmu di sana.
“Awalnya saya terinspirasi dari kakak saya yang membangun bisnis grosir secara online. Saya sadar bahwa di masa depan, dunia digital akan menjadi kunci,” ungkap Parhan. Atas saran ibundanya, ia memilih jalur beasiswa penuh di Pondok IT untuk mendalami dunia periklanan digital.
Selama menempuh pendidikan, Parhan mengaku mengalami perubahan besar, tidak hanya dalam hal kompetensi teknis tetapi juga karakter.
“Pondok IT adalah tempat hijrah saya. Bukan hanya ilmu agama, tapi juga kemandirian. Dulu saya hanya bisa meminta ke orang tua, sekarang alhamdulillah sudah bisa memberi,” tambahnya.
Sinergi Teknologi dan Akhlak
Parhan menekankan bahwa penguasaan IT di era sekarang harus dibarengi dengan pemahaman agama agar memiliki batasan moral dalam dunia digital yang sangat luas. Selain Parhan, acara ini juga menghadirkan sejumlah pemateri dan tokoh seperti Kak Izza, Kak Izwan, Ust. Hamid, dan Ust. Amin.
Melalui program Santri IT Ambasador, Pondok IT Indonesia yang berlokasi di Tirtohargo ini berharap dapat terus mencetak generasi yang kompeten secara teknologi sekaligus memiliki akhlak mulia yang berlandaskan Al-Qur’an.




