BANTUL – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul menggelar kegiatan Dialog Politik dengan tema “Mewujudkan Masyarakat Cerdas Berpolitik di Era Digital”. Acara ini berlangsung khidmat di Warung Yu Jum, Jl. Kembaran No.94, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Rabu (04/03) sore mulai pukul 16.30 WIB.
Acara dibuka dengan sambutan dari Plt. Kepala
Badan Kesbangpol Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, S.Sos., M.Si. Dalam penyampaiannya, Yulius menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah, terutama melalui penggunaan media digital yang sehat.
Ia berharap dialog ini mampu meningkatkan pemahaman warga agar tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang belum tentu kebenarannya.
Pentingnya Literasi Politik di Era Digital
Hadir sebagai pengisi materi utama, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bantul, H. Jumakir, memberikan paparan mendalam mengenai tantangan politik di masa kini.
Sebagai ketua komisi yang membidangi urusan pemerintahan, H. Jumakir menyoroti bagaimana teknologi informasi dapat menjadi pisau bermata dua dalam proses demokrasi.
“Di era digital ini, masyarakat harus cerdas memilah informasi. Kita ingin mewujudkan iklim politik yang santun dan edukatif. Jangan sampai perbedaan pilihan di media sosial justru memutus tali silaturahmi di dunia nyata,” ujar H. Jumakir di hadapan para peserta dialog.
Ia juga menambahkan bahwa peran aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan tahapan politik sangat diperlukan untuk memastikan demokrasi di Kabupaten Bantul berjalan di jalur yang benar.
Membangun Kesadaran Kolektif
Dialog interaktif ini diikuti oleh tokoh masyarakat, perwakilan warga, dan pemuda di wilayah Kapanewon Kasihan. Melalui diskusi ini, Kesbangpol dan DPRD Kabupaten Bantul berkomitmen untuk terus mengedukasi warga agar menjadi pemilih yang rasional dan kritis terhadap konten-konten politik di ruang siber.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kasihan dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan konten positif dan memerangi hoaks, demi terwujudnya masyarakat yang cerdas berpolitik di era transformasi digital.




