Mahkota dan Stetoskop: Kisah Isyiyah Ardiani, Sang Putri Hijab yang Mengabdi untuk Kesejahteraan Hewan Kesayangan

Mahkota dan Stetoskop: Kisah Isyiyah Ardiani, Sang Putri Hijab yang Mengabdi untuk Kesejahteraan Hewan Kesayangan
Mahkota dan Stetoskop: Kisah Isyiyah Ardiani, Sang Putri Hijab yang Mengabdi untuk Kesejahteraan Hewan Kesayangan

YOGYAKARTA Di sela-sela kesibukan agenda pasca-kemenangannya, tim kami berkesempatan menemui Isyiyah Ardiani Pramudita di salah satu sudut kota Yogyakarta. Gadis yang akrab disapa Tata ini tampil anggun, namun tetap dengan pembawaan yang rendah hati dan cerdas—khas seorang alumni Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ditetapkan sebagai Runner-Up 2 Putri Hijabfluencer DIY 2025, Tata kini memikul tanggung jawab baru sebagai representasi muslimah modern yang berprestasi. Namun, yang membuat profilnya begitu unik adalah profesi yang ia geluti di balik layar kaca: seorang Paramedis yang mendedikasikan dirinya bagi hewan kesayangan.

Panggilan Hati di Teknologi Veteriner UGM
​Lahir di Bandung namun menetap di Klaten sejak SMP, Tata memiliki ikatan batin yang kuat dengan Yogyakarta. Saat ditanya mengenai alasannya memilih jurusan Teknologi Veteriner UGM, ia tersenyum mengenang masa kuliahnya.

“Awalnya, saya sempat terpikir untuk masuk kedokteran manusia. Namun, karena saya sangat menyukai kucing, saya menemukan ketertarikan yang jauh lebih besar di bidang kedokteran hewan. Akhirnya saya mantap memilih Teknologi Veteriner di UGM,” tutur Tata saat ditemui di Yogyakarta.

Bagi Tata, profesi ini bukan sekadar urusan medis hewan. Ia menekankan bahwa peran paramedis sangat krusial dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat veteriner. Menurutnya, dengan memastikan kesehatan hewan kesayangan, kita juga menjaga kesejahteraan masyarakat yang hidup berdampingan dengan mereka.

Menembus Batas di Ibu Kota
​Kini, sebagai seorang fresh graduate, Tata telah memulai langkah profesionalnya di Jakarta dengan bergabung di Modernvet (Animal Hospital). Transisinya dari mahasiswi menjadi paramedis di rumah sakit hewan ternama menunjukkan kemandirian yang luar biasa.

Meski kini bekerja di lingkungan medis yang padat dan menantang, Tata tidak melepaskan jati dirinya sebagai kreator digital. Ia adalah bukti nyata bahwa seorang muslimah bisa memiliki karier yang sangat teknis tanpa harus mengorbankan minatnya di dunia pageant dan komunikasi.

“Bagi saya, merawat hewan kesayangan adalah bentuk syukur, sementara menjadi hijabfluencer adalah cara saya menyebarkan pesan bahwa muslimah bisa menjadi apa saja tanpa kehilangan identitasnya. Kita bisa memegang stetoskop di pagi hari, dan tetap bisa menginspirasi banyak orang lewat prestasi di malam hari,” tambahnya.

Inspirasi dari Klaten untuk Indonesia
​Gelar Best Student yang ia raih di Putri Hijab Academy Jogja Batch 7 menjadi bukti bahwa Tata adalah sosok yang mengutamakan kualitas akademik di atas segalanya. Dengan pengikut lebih dari 16 ribu di Instagram (@tataa.ardiani), ia kini fokus memberikan edukasi mengenai pentingnya perawatan hewan kesayangan serta pemberdayaan perempuan.

Kisah Isyiyah Ardiani mengingatkan generasi muda bahwa mimpi tidak harus tunggal. Dari Klaten, menimba ilmu di Jogja, hingga mengabdi di Jakarta, Tata membuktikan bahwa kecintaan pada hewan dan kecintaan pada prestasi bisa berjalan beriringan dalam satu harmoni yang indah.

Profil Singkat Isyiyah Ardiani Pramudita:
​Prestasi: Runner-Up 2 Putri Hijabfluencer DIY 2025.
​Akademik: Teknologi Veteriner, Universitas Gadjah Mada (UGM).
​Profesi: Paramedis di Modernvet (Animal Hospital) Jakarta.
​Latar Belakang: Kelahiran Bandung, menetap di Klaten sejak SMP.
​Fokus Konten: Beauty, Healthcare, & Animal Welfare.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *