YOGYAKARTA – Sosok Pandu Dunia, komika asal Bumiayu Brebes yang kini berdomisili di Yogyakarta, terus memantapkan langkahnya di industri kreatif.
Bermula dari ketidaksengajaan bergabung dengan komunitas Stand Up UNY pada Agustus 2018 karena merasa kesepian sebagai mahasiswa baru, Pandu kini bertransformasi menjadi penampil yang matang.
Menuju Pertunjukan Tunggal Ketiga
Setelah sukses menggelar special show “Penyair Radio” pada 2024 di Bumiayu dan “Panduan Dalam Romansa” pada awal 2025 di Yogyakarta, ia kini bersiap meluncurkan karya terbarunya bertajuk “DIPANDU DUNIA ASMARA”.
Pertunjukan ini akan menjadi panggung bagi Pandu untuk membedah fase baru dalam hidupnya, dengan fokus materi pada:
Kehidupan Pasca-Menikah: Membagikan dinamika dan realitas setelah menempuh hidup baru.
Refleksi Satu Tahun Terakhir: Hal-hal baru dan pelajaran hidup yang ia dapatkan selama setahun belakangan.
Observasi Dunia Asmara: Sudut pandang uniknya mengenai hubungan percintaan dari perspektif seorang suami.
Jadwal Tur 4 Kota dan Informasi Tiket
Berbeda dari rencana sebelumnya, tur kali ini resmi diperluas menjadi 4 kota besar di Indonesia. Yogyakarta dipilih sebagai kota pamungkas yang akan menutup rangkaian tur ini. Berikut adalah urutan kota yang akan disambangi:
Purwokerto, Bandung, Jakarta, Yogyakarta (Kota Penutup).
Bagi para penggemar yang ingin menyaksikan langsung penampilan Pandu Dunia, tiket resmi sudah dapat dipesan secara daring melalui situs pandudunia.com.
Rekam Jejak Multitalenta
Selain aktif di panggung stand up, Pandu juga dikenal sebagai penyiar di Swaragama FM Yogyakarta. Pengalamannya di dunia penyiaran dan literasi—setelah menerbitkan buku “Lagi-Lagi Aku yang Kalah” dan “Barangkali Kamu Perlu Hari Patah Hati”—membuat materi komedinya memiliki kedalaman narasi yang khas.




