Jogja – Singkawang Siap Kolab Imlek, Bidik Wisata Dunia

Jogja – Singkawang Siap Kolab Imlek, Bidik Wisata Dunia

Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta membuka peluang kolaborasi budaya dengan Kota Singkawang dalam pengembangan konsep aglomerasi perayaan Tahun Baru Imlek. Sinergi ini ditargetkan mampu mendongkrak daya tarik wisata nasional hingga internasional.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan pihaknya berencana melakukan pertemuan langsung dengan Wali Kota Singkawang untuk membahas kerja sama strategis tersebut.

“Ke depan, kami ingin membangun konsep aglomerasi budaya secara lebih terstruktur. Karena itu, kami berencana bertemu dengan Wali Kota Singkawang agar kedua daerah bisa bersama-sama membesarkan perayaan Imlek,” kata Hasto saat ditemui di ajang Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.

Selama ini, Singkawang dikenal sebagai salah satu pusat perayaan Imlek terbesar di Indonesia dengan kekuatan utama pada aspek religiusitas. Puncak perayaannya biasanya berlangsung dalam satu hari dan dipadati wisatawan dari berbagai daerah.

Sementara itu, Kota Yogyakarta memiliki karakter berbeda. Perayaan Imlek di Kota Pelajar identik dengan rangkaian prosesi budaya, kirab, hingga pertunjukan seni yang digelar selama beberapa hari.

Menurut Hasto, perbedaan karakter tersebut justru menjadi kekuatan jika dipadukan dalam satu konsep kolaboratif. Nilai religius yang kuat di Singkawang dan kekayaan atraksi budaya di Yogyakarta dinilai bisa saling melengkapi.

“Kalau ini dikemas bersama, dampaknya bukan hanya ke pariwisata, tapi juga ekonomi kreatif dan promosi budaya,” ujarnya.

Pemkot Yogyakarta menilai konsep aglomerasi budaya ini berpotensi menjadi model kerja sama antardaerah dalam mengembangkan event berbasis tradisi. Selain meningkatkan kunjungan wisata, kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat pelestarian budaya serta mempertegas identitas keberagaman Indonesia di mata dunia.

Jika terealisasi, kolaborasi Jogja–Singkawang bukan hanya soal perayaan Imlek, melainkan strategi bersama membangun magnet festival budaya yang kompetitif di tingkat global.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *