Yogyakarta – Komunitas ibu-ibu yang tergabung dalam Q-nez Fam merayakan 20 tahun kebersamaan dengan menggelar buka puasa bersama (iftar) dan arisan rutin di The Malioboro Hotel & Conference Center, Jalan Gandekan, Yogyakarta.
Suasana hangat dan penuh canda mewarnai pertemuan yang dihadiri puluhan anggota tersebut. Bagi mereka, agenda ini bukan sekadar arisan bulanan, melainkan perayaan dua dekade persahabatan yang tetap terjaga hingga kini.
Komunitas ini bermula dari kebiasaan para ibu menunggu anak-anak mereka saat masih duduk di Playgroup Playgroup Uswatun Hasanah, Jalan Godean. Seiring waktu, anak-anak tumbuh dewasa, lulus kuliah, hingga bekerja. Namun silaturahmi para orang tua tetap solid.
Salah satu anggota, Mei Helina yang akrab disapa Ibu Mei, mengatakan kekompakan Q-nez Fam bertahan karena dilandasi rasa percaya dan aturan yang jelas.
“Kepercayaan itu nomor satu. Kami juga punya sistem yang rapi supaya arisan tetap aman dan nyaman,” ujarnya di sela acara.
Dalam praktiknya, arisan Q-nez Fam menerapkan sistem selektif untuk anggota baru. Setiap calon anggota wajib memiliki penjamin dari anggota lama guna meminimalkan risiko finansial.
Iuran arisan ditetapkan Rp1 juta per bulan. Setiap periode, dua nama langsung keluar setiap bulan agar durasi putaran lebih cepat. Jumlah anggota pun dibatasi maksimal 30 orang supaya suasana tetap intim dan terkendali.
Tak hanya soal keuangan, kebersamaan menjadi inti komunitas ini. Setiap akhir periode, mereka menggelar agenda “Tutup Periode” yang diisi dengan liburan bersama. Setelah sebelumnya berkunjung ke Bromo, Q-nez Fam berencana menjadwalkan perjalanan ke Bali untuk penutupan periode berikutnya.
Bagi para anggota, arisan bukan sekadar ajang undian dana, tetapi ruang berbagi cerita, melepas penat, hingga mempererat persaudaraan.
Di tengah kesibukan masing-masing, Q-nez Fam membuktikan komunitas berbasis kedekatan emosional bisa bertahan lama jika dikelola dengan komitmen, keterbukaan, dan rasa kekeluargaan yang kuat.




