Yogyakarta – Semangat otomotif Kota Pelajar kembali menggeliat. Ajang Ramadhan On The Road (ROTR) 2026 yang digagas Protect Sport sukses menyedot perhatian komunitas melalui konsep time rally yang memadukan kompetisi, edukasi, dan kepedulian sosial.
Kegiatan yang berlangsung Minggu (22/2/2026) itu diikuti 38 peserta dan berakhir di Joglo Resto Njeron Beteng pada pukul 18.30 WIB. Peningkatan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya menjadi sinyal positif bangkitnya gairah otomotif di Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan ROTR yang dinilainya semakin berkembang dari tahun ke tahun.
“Animo peserta sangat baik. Kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan dan kebersamaan komunitas,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran kategori pemula dan putri menjadi langkah strategis dalam regenerasi atlet sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas.
Menurutnya, model kompetisi yang inklusif membuat pemula dapat belajar langsung dari peserta senior tanpa kehilangan unsur tantangan.
Sementara itu, tokoh time rally Yogyakarta, Stevie SW, menyebut kenaikan jumlah peserta dari 32 menjadi 38 sebagai indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga ini.
“Semangat peserta, terutama pemula, sangat luar biasa. Mereka mampu menaklukkan soal-soal dengan baik. Ini bukti time rally makin diminati,” tegasnya.
ROTR 2026 tidak sekadar menghadirkan kompetisi adu ketepatan waktu dan kecermatan membaca petunjuk. Rangkaian kegiatan juga diisi bakti sosial di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Lowanu sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di bulan Ramadan.
Konsep tersebut memperkuat identitas ROTR sebagai ajang otomotif yang berorientasi pada edukasi dan nilai kemanusiaan. Peserta tidak hanya dituntut presisi dalam menyelesaikan etape, tetapi juga diajak menikmati perjalanan sebagai bagian dari wisata kota dan misi sosial.
Peserta lainnya, Doni Megananda, menegaskan bahwa time rally memiliki karakter unik dibanding balap konvensional.
“Tidak perlu modifikasi rumit. Mobil standar pun bisa ikut. Yang utama adalah ketelitian, konsentrasi, dan ketepatan waktu,” ujarnya.
Dengan format kompetisi yang ramah bagi berbagai kalangan, ROTR dinilai menjadi sarana efektif membangun ekosistem otomotif yang sehat, edukatif, dan inklusif di Yogyakarta.
Melihat tren pertumbuhan peserta dan dukungan pemerintah daerah, penyelenggara optimistis ROTR pada edisi berikutnya dapat meningkat dua hingga tiga kali lipat.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa olahraga otomotif, jika dikemas kreatif dan berorientasi sosial, mampu menjadi ruang kolaborasi positif bagi generasi muda.




