Diangkat dari Novel “Nyis”, Film Pintu Belakang Siap Tembus Festival Film Paris 2026

Diangkat dari Novel “Nyis”, Film Pintu Belakang Siap Tembus Festival Film Paris 2026

YOGYAKARTA – Industri film Indonesia kembali kedatangan karya anyar. Film semi horor berjudul Pintu Belakang resmi diperkenalkan ke publik dan ditargetkan mewakili Indonesia di ajang Festival Film Paris pada Mei 2026.

Film produksi Bintang Cahaya Sinema ini dijadwalkan memulai syuting pada 23 Februari 2026. Proses produksi ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idulfitri 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di The House of Den Baguse, Jalan Sabirin, Kotabaru, Yogyakarta, Minggu (22/2/2026).

Sejumlah nama yang terlibat hadir dalam agenda tersebut. Mereka di antaranya BW Purbanegara, Alex Suhendra selaku penulis novel Nyis, serta para pemeran utama seperti Matino Lio, Zulfa Maharani, dan Iva Deivana.

Adaptasi Novel “Nyis”

Pintu Belakang diadaptasi dari novel Nyis karya Alex Suhendra. Cerita berpusat pada pasangan suami istri, Koci dan Kumbu, yang hidup di desa terpencil.

Kehidupan mereka berubah setelah kehilangan bayi saat persalinan. Di tengah duka, keduanya merawat seorang anak misterius bernama Nyis—satu-satunya korban selamat dari tragedi berdarah yang membuatnya kehilangan ingatan.

Konflik memuncak ketika trauma masa lalu Nyis perlahan terkuak. Teror psikologis hadir melalui sosok makhluk misterius yang kerap muncul dari pintu belakang rumah mereka. Elemen inilah yang menjadi titik ketegangan utama film.

Tantangan Genre Baru

Sutradara sekaligus penulis skenario mengaku sudah membaca novel tersebut sejak 2021. Namun, proyek adaptasi baru bisa terealisasi pada 2025 setelah menemukan mitra produksi yang tepat.

“Selama ini saya banyak menggarap film drama. Ini pertama kalinya saya membuat film semi horor. Tantangannya besar, tapi justru di situ menariknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, film ini tidak hanya mengandalkan unsur seram, tetapi juga mengedepankan drama keluarga dan konflik psikologis yang kuat.

Target Festival Internasional

CEO Bintang Cahaya Sinema, Rizka Shakira, optimistis film ini mampu bersaing di kancah internasional. Pihaknya menargetkan proses produksi selesai dalam waktu satu bulan.

“Kami berencana mendaftarkan Pintu Belakang ke festival film di Paris pada Mei 2026. Harapannya, film ini bisa membawa nama Indonesia di panggung internasional,” kata Rizka.

Sementara itu, Alex Suhendra menyebut Nyis merupakan karya ketiganya yang diangkat ke layar lebar. Ia berharap adaptasi ini dapat menghadirkan perspektif baru bagi pembaca sekaligus memperluas jangkauan cerita ke penonton nasional.

Dengan perpaduan drama keluarga dan horor psikologis, Pintu Belakang digadang-gadang menjadi salah satu film yang layak dinantikan pada 2026.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *