Teo Jogjsel Hidupkan Komedi Bantul Lewat “Hooh Neh”

Teo Jogjsel Hidupkan Komedi Bantul Lewat “Hooh Neh”

Bantul – Skena komedi di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta terus menunjukkan geliatnya. Salah satu figur yang konsisten merawat denyut tersebut adalah Teo, komika asal Bantul yang dikenal luas lewat jargon khasnya, “Hooh neh, hooh neh, hooh neh!”

Berangkat dari keresahan warga pinggiran, Teo membangun identitas komedinya dengan dialek Jogja yang kuat serta materi yang dekat dengan realitas masyarakat Bantul. Gaya bertuturnya yang lugas dan membumi membuat namanya kian diperhitungkan di kalangan penikmat stand up comedy lokal.

Teo memulai perjalanannya di dunia komedi tunggal sejak 2015. Ia aktif berproses bersama komunitas Stand Up Indo UNY sebelum kemudian bergabung dengan Stand Up Indo Jogja. Dari ruang-ruang komunitas inilah, Teo menempa kemampuan menulis materi, teknik delivery, hingga membangun persona panggung yang kini menjadi ciri khasnya.

Tak berhenti di panggung offline, Teo juga merambah dunia digital sebagai konten kreator. Melalui berbagai video kreatif yang ia produksi, ia konsisten mengangkat sisi unik budaya Jogja Selatan—mulai dari logat, kebiasaan warga, hingga dinamika sosial khas Bantul—yang dikemas dengan pendekatan komedi segar dan relevan dengan generasi muda.

Puncak konsistensinya terlihat dalam gelaran Special Show bertajuk “WANI MBELING” pada September 2025. Pertunjukan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya. Mengusung tema keberanian bersuara dari pinggiran, Teo menghadirkan potret kehidupan masyarakat Bantul secara jujur, namun tetap ringan dan menghibur. Respons penonton yang antusias menjadi bukti bahwa komedi berbasis lokalitas memiliki daya tarik kuat ketika dikemas dengan autentik.

Lebih dari sekadar tampil dan berkarya, Teo membawa misi membangun ekosistem komedi di kampung halamannya. Ia ingin agar generasi muda Bantul memiliki ruang berekspresi tanpa harus bergantung pada pusat kota Yogyakarta.

Menurutnya, kini warga Bantul tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kota Jogja untuk menikmati atau belajar stand up comedy. Ia aktif mendorong kegiatan di Paseban (Panggung Stand Up Bantul) sebagai ruang tumbuh komika lokal sekaligus wadah apresiasi publik terhadap karya anak daerah.

“Ayo bareng-bareng seru-seruan di Bantul. Nggak perlu jauh ke kota, di sini juga bisa,” ujarnya penuh semangat dalam salah satu penampilannya.

Langkah Teo membangun skena komedi dari pinggiran mencerminkan semangat kemandirian kreatif. Ia membuktikan bahwa identitas lokal bukan hambatan, melainkan kekuatan. Dengan konsistensi berkarya, memanfaatkan platform digital, serta memperkuat komunitas, Teo menempatkan Bantul sebagai salah satu titik penting dalam peta komedi Yogyakarta.

Bagi publik yang ingin mengikuti perkembangan karya dan jadwal tampilnya, Teo aktif membagikan informasi melalui akun Instagram @teojogsel. Di sanalah semangat “Hooh Neh” terus bergema—menjadi simbol keberanian, kejujuran, dan kebanggaan warga Jogja Selatan dalam merawat tawa.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *