Romo Acun Perketat Pengawasan Jelang Ramadhan, Klitih Jadi Sorotan

Romo Acun Perketat Pengawasan Jelang Ramadhan, Klitih Jadi Sorotan

Yogyakarta – Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, situasi keamanan dan kondusivitas sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi perhatian serius. Dinamika di ruang digital, terutama media sosial, memunculkan berbagai isu ekonomi hingga potensi gesekan antar-kelompok yang dinilai perlu diantisipasi sejak dini.

KRT Purbokusumo yang akrab disapa Romo Acun Hadiwidjojo, salah satu keluarga dari Kraton Yogyakarta, menegaskan komitmennya menjaga keamanan wilayah. Dari kediamannya di Ndalem Notoprajan, Romo Acun menyampaikan bahwa stabilitas Yogyakarta adalah tanggung jawab bersama.

“Sebagai Abdi Dalem, saya ingin memastikan Yogyakarta tetap aman dan nyaman, apalagi menjelang Ramadhan,” ujarnya.

Bentuk Laskar Obar Abir Tangkal Klitih

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah membentuk Laskar Obar Abir pada 2021. Komunitas ini dibentuk sebagai respons atas maraknya aksi klitih, yang kini dikenal sebagai tindak kekerasan jalanan acak dan meresahkan warga.

Romo Acun menyebut, Obar Abir beranggotakan sekitar 30 orang aktif yang bergerak secara swadaya. Mereka rutin melakukan patroli malam di titik-titik rawan, terutama kawasan sepi yang berpotensi menjadi lokasi aksi kriminal.

“Kami membantu aparat untuk memantau situasi. Kalau ada pelaku yang tertangkap, langsung kami serahkan ke kepolisian,” katanya.

Dalam operasionalnya, kelompok ini memanfaatkan jaringan komunikasi radio amatir serta pemantauan media sosial untuk mendapatkan informasi secara cepat dan real-time. Koordinasi juga dilakukan dengan jajaran kepolisian setempat guna memastikan setiap langkah tetap sesuai koridor hukum.

Soroti Gesekan Sosial dan Isu SARA

Selain klitih, Romo Acun menyoroti meningkatnya perdebatan di media sosial terkait relasi warga asli dan mahasiswa perantauan. Isu tersebut kerap berkembang menjadi sentimen SARA akibat provokasi akun-akun tertentu.

Menurutnya, Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan yang terbuka bagi siapa saja. Namun, ia menegaskan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang melanggar hukum, baik warga lokal maupun pendatang.

“Kalau ada pelanggaran hukum, tentu harus diproses. Jika perlu, pelaku dipulangkan ke daerah asalnya sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi narasi yang memecah belah, terutama menjelang Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum memperkuat persaudaraan.

Aktif Imbau Damai Jelang Ramadhan

Romo Acun juga aktif menyampaikan pesan damai melalui media sosial dan video imbauan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban, menghormati perbedaan, dan memperkuat solidaritas sosial.

Koordinasi dengan aparat kepolisian, mulai dari tingkat Polda hingga Polsek, terus dilakukan guna memastikan setiap potensi konflik dapat ditangani secara cepat dan terukur.

Menjelang Ramadhan 2026, ia berharap Yogyakarta tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh warganya.

Kata Kunci SEO: Romo Acun Hadiwidjojo, Klitih Yogyakarta, Keamanan Yogyakarta Ramadhan 2026, Laskar Obar Abir, Kondusivitas Yogyakarta.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *