Setahun SS-CR Memimpin, Depok Raih Penghargaan Nasional Dan Perkuat Kota Inklusif Berdaya Saing

Setahun SS-CR Memimpin, Depok Raih Penghargaan Nasional Dan Perkuat Kota Inklusif Berdaya Saing

DEPOK – Tepat 20 Februari 2026, kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri bersama Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah (SS–CR) genap satu tahun. Dalam periode tersebut, Pemerintah Kota Depok tidak hanya mencatat progres pembangunan infrastruktur dan penguatan sumber daya manusia (SDM), tetapi juga meraih berbagai penghargaan dari instansi pemerintah pusat, termasuk apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Capaian tersebut memperkuat citra Depok sebagai kota yang bergerak maju dengan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Penguatan Tata Kelola dan Apresiasi Nasional

Dalam setahun terakhir, Pemkot Depok dinilai menunjukkan komitmen terhadap reformasi birokrasi dan pencegahan korupsi. Penguatan sistem pengawasan internal, transparansi perencanaan anggaran, serta digitalisasi layanan publik menjadi indikator yang mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Apresiasi dari KPK menjadi bukti bahwa upaya pencegahan korupsi dan peningkatan integritas aparatur berjalan seiring dengan percepatan pembangunan. Selain itu, sejumlah penghargaan lain dari kementerian dan lembaga negara di bidang pelayanan publik, pengelolaan keuangan daerah, serta inovasi pemerintahan turut mempertegas posisi Depok sebagai kota yang adaptif dan progresif.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah dan dukungan masyarakat. Komitmen kami jelas, membangun Depok dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Infrastruktur dan Pendidikan Terus Digenjot

Di sektor pendidikan, pembangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri memperluas akses pendidikan berbasis keagamaan. Program sekolah gratis melalui skema RSSG turut membantu meringankan beban orang tua siswa, sekaligus mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah.

Sementara di bidang infrastruktur, pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Raya Muchtar menjadi solusi konkret mengurai kemacetan. Pembangunan flyover Margonda dan Citayam diproyeksikan memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi.

Realisasi dana Rp300 juta per RW juga mempercepat pembangunan partisipatif di tingkat lingkungan. Program ini mendorong keterlibatan langsung warga dalam menentukan prioritas pembangunan di wilayahnya masing-masing.

UMKM Bangkit, CFD Jadi Ruang Produktif

Kebijakan Car Free Day (CFD) tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga wadah promosi UMKM lokal. Pelaku usaha mikro memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet.

Pemkot Depok turut mendorong digitalisasi UMKM melalui pelatihan pemasaran daring dan akses pembiayaan. Langkah ini memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Prestasi Olahraga dan Pembinaan Generasi Muda

Pembangunan Depok juga menyentuh sektor olahraga dan pembinaan generasi muda. Sinergi dengan KONI serta sekolah-sekolah dilakukan untuk memperkuat pembinaan atlet usia dini. Perbaikan sarana olahraga dan penyelenggaraan kompetisi rutin menjadi strategi melahirkan atlet berprestasi.

Beberapa cabang olahraga seperti sepak bola, bulu tangkis, pencak silat, dan atletik menunjukkan peningkatan prestasi di tingkat regional. Pembinaan ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun karakter anak-anak Depok yang sehat, disiplin, dan kompetitif.

Penguatan Budaya dan Kearifan Lokal

Pemkot Depok juga aktif menghidupkan festival seni dan budaya sebagai bagian dari penguatan identitas daerah. Pelibatan komunitas budaya, sanggar seni, dan pelaku ekonomi kreatif menjadi langkah strategis menjaga kearifan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berbasis fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai budaya dan karakter masyarakat.

Komitmen Inklusif untuk Penyandang Disabilitas

Komitmen pada pembangunan SDM inklusif diwujudkan melalui kehadiran Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI). Fasilitas ini menjadi ruang pemberdayaan bagi anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas.

Ketua Yayasan Rumah Pengembangan dan Pemberdayaan Disabilitas (YYRPPD) Kota Depok, Ibrahim Ely, mengapresiasi langkah tersebut.

“Kami melihat pembangunan di Depok semakin inklusif. Perhatian terhadap penyandang disabilitas kini nyata dalam kebijakan dan fasilitas. Ini menunjukkan tidak ada warga yang ditinggalkan,” ujar Ibrahim Ely.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan, pelatihan keterampilan, dan ruang kreativitas akan melahirkan generasi disabilitas yang mandiri dan produktif.

Menuju Depok Maju dan Berintegritas

Memasuki tahun kedua kepemimpinan SS–CR, capaian pembangunan yang dibarengi penghargaan nasional, termasuk apresiasi dari KPK, menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar Depok tidak hanya unggul dalam pembangunan fisik, tetapi juga kuat dalam integritas, prestasi olahraga, pelestarian budaya, serta pemberdayaan seluruh lapisan masyarakat.

Satu tahun kepemimpinan ini menjadi fondasi menuju Depok yang maju, inklusif, berdaya saing, dan berintegritas di tingkat nasional.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *