Anak Guru Gunungkidul Jadi Pembicara Konferensi Teknologi di Seoul

Anak Guru Gunungkidul Jadi Pembicara Konferensi Teknologi di Seoul

Gunungkidul – Nama Binar Atmaja mendadak jadi perbincangan setelah tampil sebagai pembicara dalam ajang internasional Seoul Asia Urban Lighting Conference di Seoul, Korea Selatan. Pemuda asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini membuktikan bahwa anak daerah bisa menembus panggung teknologi dunia.

Konferensi tahunan yang digelar Pemerintah Metropolitan Seoul bersama LUCI Association itu mempertemukan pengambil kebijakan, arsitek, hingga pakar teknologi dari berbagai negara Asia. Forum tersebut membahas masa depan pencahayaan kota, integrasi teknologi digital, serta konsep kota berkelanjutan berbasis inovasi.

Anak Guru SD, Tembus Forum Internasional

Binar lahir dan besar di Kabupaten Gunungkidul. Ia berasal dari keluarga sederhana; kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar. Nilai disiplin, ketekunan, dan rasa ingin tahu ditanamkan sejak kecil.

Berbekal semangat belajar otodidak, Binar mendalami dunia pemrograman hingga akhirnya berkarier di industri teknologi internasional.

“Pendidikan dan keberanian bermimpi membuat batas geografis tidak lagi jadi penghalang,” ujar Binar dalam keterangannya.

Karier di Singapura, Asah Perspektif Global

Saat ini Binar bekerja di perusahaan teknologi yang berbasis di Singapura. Pengalaman bekerja di pusat finansial Asia tersebut memperkaya kemampuannya dalam kolaborasi lintas budaya serta pengembangan solusi digital berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Sejak SMA, ia juga aktif bepergian ke berbagai negara. Kebiasaan itu membentuk pola pikir terbuka dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Bicara AI dan IoT untuk Kota Berkelanjutan

Dalam forum di Seoul, Binar membawakan materi tentang integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dalam infrastruktur perkotaan, khususnya sistem pencahayaan kota atau nightscape.

Ia menekankan bahwa teknologi tidak boleh berhenti pada inovasi semata, tetapi harus menjawab kebutuhan sosial dan budaya masyarakat.

“Teknologi bukan sekadar baris kode, tapi solusi nyata bagi manusia,” tegasnya.

Konferensi ini sendiri mengangkat isu utama seperti transformasi digital kota, efisiensi energi, desain pencahayaan ramah lingkungan, serta pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas hidup warga urban.

Inspirasi Anak Daerah Go Global

Kehadiran Binar di forum internasional menjadi bukti bahwa talenta dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat global. Dari Gunungkidul ke Seoul, kisahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk menguasai teknologi dan berani melangkah ke dunia internasional.

“Ini bukan sekadar berbicara di luar negeri. Ini tentang membawa cerita dari Gunungkidul ke panggung dunia,” tutupnya.

Kisah Binar Atmaja menegaskan satu hal: latar belakang bukan batas, melainkan titik awal untuk melompat lebih jauh.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *