TOPLINE,YOGYAKARTA (DIY) – Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta memperkuat jejaring internasionalnya melalui kolaborasi strategis dengan Universiti Putra Malaysia (UPM). Sebanyak 31 mahasiswa dan 4 dosen serta staf dari program studi Bachelor Science Park and Recreation UPM melakukan kunjungan edukasi selama delapan hari di Yogyakarta dan Solo.
Program bertajuk “Into the Ruins and Its Memories: Heritage Tourism in Action in Indonesia” ini merupakan realisasi nyata dari MOU yang telah ditandatangani kedua institusi pada Januari 2026 di Selangor, Malaysia.
Eksplorasi Warisan Budaya Nusantara
Selama delapan hari, delegasi UPM yang dipimpin oleh Prof. Dr. Azlizam bin Aziz menjelajahi berbagai situs sejarah ikonik. Perjalanan dimulai dengan mengunjungi kawasan Kotagede dan Malioboro, dilanjutkan ke kemegahan Candi Borobudur dan Candi Prambanan pada hari kedua.
Tidak hanya di Yogyakarta, para peserta juga melakukan studi banding satu hari penuh ke Solo. Di sana, mereka mendalami potensi wisata di Kampung Batik Kauman, Pasar Gede, hingga Pura Mangkunegaran.
Kagumi Fenomena Gunung Merapi
Salah satu momen paling berkesan bagi para mahasiswa Malaysia adalah saat mengikuti Merapi Lava Tour. Perwakilan mahasiswa UPM, Leong Wen Shian dan Amira Alia, mengungkapkan kekagumannya terhadap fenomena gunung berapi yang tidak ada di negara mereka.
”Seru sekali, karena di Malaysia tidak ada gunung berapi. Kami melihat gunungnya sangat besar dan mengunjungi museum untuk melihat sisa-sisa dampak letusan Merapi yang selama ini hanya kami dengar dari berita,” ungkap mereka.
Pertukaran Akademik dan Pentas Budaya
Selain kunjungan lapangan, kolaborasi ini diisi dengan one day joint seminar dan kuliah umum. Sebanyak enam materi dipresentasikan untuk mendiskusikan tantangan pariwisata berbasis lingkungan dan warisan budaya.
Sebagai bentuk apresiasi budaya, rangkaian acara ditutup dengan malam persembahan seni dari kedua negara. Mahasiswa bahkan berkesempatan mengenakan pakaian tradisional Indonesia dalam sebuah fashion show sebelum menerima sertifikat program.
Proyeksi Kolaborasi Masa Depan.
Ketua STIPRAM Yogyakarta, Dr. Suhendroyono, menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan agar seluruh agenda berjalan lancar. Senada dengan itu, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama STIPRAM, Dr. Ir. Aldi W. Sarwomo, berharap program ini menjadi pembuka bagi inisiatif lainnya.
”Kami berharap program mobilitas ini berlanjut pada program joint research, pertukaran mahasiswa, hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional antara UPM dan STIPRAM,” ujar Dr. Aldi.
Program ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membangun jejaring pertemanan internasional yang relevan dengan tantangan pariwisata global masa kini.




