Bantul – Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Desa Segoroyoso terus memperkuat peran sebagai mitra strategis aparat dalam menjaga keamanan wilayah. Berbasis di Kelurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, forum ini mengedepankan kolaborasi antara unsur masyarakat, TNI, dan Polri.
Ketua FKPM Segoroyoso, Sunarno, menegaskan pola kerja di desanya dibangun atas prinsip kesetaraan. Unsur Jogoboyo sebagai perangkat kelurahan bidang keamanan, Babinsa dari TNI, serta Bhabinkamtibmas dari Polri berjalan sejajar.
“Tidak ada yang lebih tinggi. Semua setara dan saling melengkapi demi keamanan warga,” kata Sunarno saat ditemui di Segoroyoso.
Menurutnya, sinergi tiga pilar itu menjadi kunci menjaga kondusivitas wilayah. Koordinasi dilakukan secara horizontal, mulai dari deteksi dini persoalan sosial hingga pengamanan agenda masyarakat.
Sunarno juga meluruskan perbedaan FKPM dengan Linmas. FKPM berada di bawah pembinaan Polri dan merupakan organisasi berskala nasional yang telah hadir di Segoroyoso sejak 2004. Sementara Linmas berada di bawah naungan Satpol PP.
Meski berbeda secara struktural, keduanya kerap berkolaborasi di lapangan. “Banyak anggota FKPM juga merangkap Linmas agar koordinasi saat kegiatan besar desa lebih solid,” ujarnya.
Saat ini, FKPM Segoroyoso diperkuat 18 personel aktif. Konsolidasi internal dilakukan rutin setiap 35 hari sekali atau selapan, tepatnya malam Senin Pon. Pertemuan itu menjadi forum evaluasi sekaligus pembahasan isu keamanan terkini bersama Jogoboyo, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Komunikasi dengan pemerintah kelurahan juga terjalin intensif. FKPM berkoordinasi langsung dengan Lurah Segoroyoso, Miyadiana, dalam berbagai agenda resmi maupun kegiatan kemasyarakatan seperti Syawalan.
Dengan pola kemitraan yang solid antara masyarakat, TNI, dan Polri, FKPM Segoroyoso optimistis keamanan dan ketertiban wilayah di Kapanewon Pleret tetap terjaga.




