Liga Usia Dini PSSI Kabupaten Bekasi Resmi Bergulir, 55 SSB Ikut Ambil Bagian

Liga Usia Dini PSSI Kabupaten Bekasi Resmi Bergulir, 55 SSB Ikut Ambil Bagian

Bekasi – PSSI Kabupaten Bekasi resmi menggulirkan kompetisi Liga Usia Dini kelompok U-9 hingga U-12 sebagai bagian dari program pembinaan jangka panjang sepak bola daerah.

Ajang tersebut dibuka di Lapangan Sepak Bola Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (7/2/2026).

Kompetisi ini diikuti oleh 55 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi. Liga dirancang berlangsung selama enam hingga delapan bulan dan akan menjadi agenda rutin tahunan PSSI Kabupaten Bekasi.

Ketua PSSI Kabupaten Bekasi, H. Hamun Sutisna, mengatakan liga usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak pemain berkualitas sejak usia awal.

“Pembinaan harus dimulai dari usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan. Melalui liga ini, kami ingin menyiapkan pemain-pemain potensial yang ke depan bisa mengharumkan nama Kabupaten Bekasi,” ujar Hamun.

Menurutnya, hasil pembinaan tersebut sudah mulai terlihat dengan adanya putra daerah Bekasi yang saat ini berhasil menembus Tim Nasional Indonesia.

Pelaksanaan kompetisi akan disesuaikan dengan kalender keagamaan. Hamun menjelaskan, liga akan dihentikan sementara saat bulan Ramadan dan dilanjutkan kembali setelah Hari Raya Idulfitri.

Tak berhenti di kelompok usia dini, PSSI Kabupaten Bekasi juga telah menyiapkan jalur lanjutan bagi para pemain melalui kompetisi Piala Soeratin untuk kelompok usia U-13, U-15, dan U-17.

“Talent scouting akan dilakukan langsung oleh pelatih dari klub-klub seperti Persikasi, Bekasi United, Amdesta, hingga Cikarang City. Ini menjadi jembatan menuju sepak bola profesional,” katanya.

Pembukaan liga turut dihadiri Anggota Exco PSSI Kabupaten Bekasi Saiful Islam, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Hj. Nunung, serta Kepala Desa Setiamekar H. Suryadi.

Kepala Desa Setiamekar menyambut baik penyelenggaraan kompetisi tersebut karena dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Selain mendukung masa depan anak-anak, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi warga, khususnya pelaku UMKM di sekitar lapangan,” kata Suryadi.

Sementara itu, Saiful Islam menilai antusiasme para wali murid menjadi kekuatan utama suksesnya liga usia dini ini. Meski demikian, ia menegaskan evaluasi akan terus dilakukan.

“Kami terbuka terhadap masukan. Perbaikan akan terus dilakukan agar kualitas liga semakin baik dan benar-benar menjadi wadah pembinaan yang sehat dan kompetitif,” tutupnya.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *