HIPMI DIY Tangkap Peluang Koperasi Desa Merah Putih

HIPMI DIY Tangkap Peluang Koperasi Desa Merah Putih

Yogyakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melihat Koperasi Desa Merah Putih sebagai peluang strategis bagi pengusaha muda untuk terlibat langsung dalam penguatan ekonomi desa berbasis koperasi modern.

Peluang tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digelar di Jogja Expo Center, Jumat (7/2/2026), yang dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono.

Dalam keterangannya, Ferry menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembentukan koperasi desa sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

“Secara nasional, pemerintah menargetkan terbentuknya 30 ribu Koperasi Desa Merah Putih pada April 2026. Untuk DIY sendiri, saat ini sudah terdapat 30 titik koperasi yang sedang dibangun dan ditargetkan rampung sesuai jadwal,” ujar Ferry Juliantono.

Model Bisnis Koperasi Desa Merah Putih

Koperasi Desa Merah Putih dirancang dengan konsep multiusaha berbasis kebutuhan masyarakat desa. Beberapa unit usaha yang dikembangkan antara lain penjualan sembako dan ritel modern, distribusi barang kebutuhan pokok dan bersubsidi, gerai obat dan klinik, pergudangan, hingga pengembangan usaha sesuai potensi lokal desa.

Menurut Ferry, model ini membuka ruang kolaborasi luas bagi pelaku usaha muda dan UMKM lokal, termasuk anggota HIPMI DIY.

Peluang Nyata bagi HIPMI DIY dan UMKM Lokal

Pemerintah memberikan ruang bagi produk lokal unggulan Yogyakarta untuk mengisi rak-rak koperasi, dengan catatan melalui proses kurasi yang menjamin kualitas dan keberlanjutan.

Selain itu, pemerintah juga siap memberikan pendampingan, membentuk kelompok koperasi, hingga memfasilitasi pembiayaan usaha.

“Prioritas diberikan kepada produk yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki kesinambungan usaha,” jelas Ferry.

Penguatan SDM dan Adaptasi Generasi Muda

Untuk memastikan koperasi berjalan profesional, Kementerian Koperasi dan UKM juga menyiapkan pelatihan pengurus dan pengelola koperasi, terutama dalam aspek manajemen bisnis dan tata kelola modern. Pendekatan sosialisasi koperasi pun diarahkan agar lebih relevan dengan Generasi Z dan Milenial.

Pemerintah juga mendorong agar perguruan tinggi kembali memasukkan koperasi sebagai mata kuliah, guna menanamkan nilai dan filosofi koperasi sejak dini.

Bonus Demografi dan Solusi Lapangan Kerja

Ferry Juliantono menekankan bahwa Indonesia tengah menghadapi bonus demografi, di mana dalam dua hingga tiga tahun ke depan, sekitar 70 persen penduduk Indonesia didominasi generasi muda. Kondisi ini, menurutnya, harus direspons dengan solusi cepat dan inklusif.

“Koperasi adalah salah satu jawaban untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan impor,” tegasnya.

Ia bahkan mencontohkan koperasi kelas dunia sebagai inspirasi.

“FC Barcelona itu koperasi dan luar biasa. Filosofi koperasi harus ditanamkan dengan baik agar tidak melenceng dari jati dirinya,” ujar Ferry.

Komitmen HIPMI DIY

Ketua Umum BPD HIPMI DIY, Ekawati Rahayu Putri, menyatakan kesiapan HIPMI DIY untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, keterlibatan pengusaha muda menjadi kunci agar koperasi tampil modern, adaptif, dan berdaya saing.

HIPMI DIY, lanjut Ekawati, siap mendorong anggotanya untuk berperan aktif dalam penguatan produk lokal sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya menjadi instrumen ekonomi desa, tetapi juga ruang strategis bagi pengusaha muda untuk tumbuh bersama masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah dan HIPMI DIY diharapkan mampu melahirkan koperasi modern yang relevan dengan generasi muda serta berkontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *