Menolak Punah, Komunitas Daihatsu Espass Gunung Kidul Rawat Solidaritas dan Sejarah

Menolak Punah, Komunitas Daihatsu Espass Gunung Kidul Rawat Solidaritas dan Sejarah

Gunung Kidul – Di tengah dominasi kendaraan modern, Daihatsu Espass masih setia melaju di sejumlah ruas jalan Gunung Kidul. Keberadaan mobil legendaris tersebut tetap terjaga berkat kekompakan komunitas pemilik Daihatsu Espass yang menjadikan persaudaraan sebagai fondasi utama.

Komunitas Daihatsu Espass Gunung Kidul tak sekadar menjadi wadah hobi otomotif, melainkan ruang silaturahmi yang menyatukan lintas generasi. Nilai lokal guyub rukun menjadi napas utama dalam setiap aktivitas yang mereka jalani.

Salah satu penggerak komunitas, Aji, mengatakan bahwa Espass hanyalah media pemersatu. Menurutnya, yang terpenting adalah hubungan kekeluargaan antaranggota yang terus dijaga.

“Mobilnya boleh tua, tapi silaturahmi jangan sampai usang. Espass ini cuma perantara untuk saling mengenal dan saling peduli,” ujar Aji saat ditemui di Gunung Kidul.

Solidaritas menjadi ciri khas komunitas ini. Aji menuturkan, setiap anggota memiliki komitmen saling membantu, terutama ketika ada rekan yang mengalami kendala di perjalanan.

“Kalau ada yang mogok di jalan, pasti dibantu. Di sini prinsipnya satu aspal, satu saudara,” katanya.

Selain menjunjung kebersamaan, komunitas ini juga berupaya melestarikan nilai sejarah otomotif. Daihatsu Espass dikenal sebagai kendaraan serbaguna dengan kabin luas dan mesin tangguh, yang dahulu banyak digunakan masyarakat, termasuk untuk medan berbukit khas Gunung Kidul.

“Merawat Espass bukan sekadar soal mesin, tapi juga menjaga cerita dan sejarahnya. Mobil ini pernah jadi bagian penting kehidupan masyarakat,” jelas Aji.

Tak hanya menggelar kopi darat, komunitas Daihatsu Espass Gunung Kidul juga aktif dalam kegiatan sosial dan konvoi santai ke sejumlah destinasi wisata lokal. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan potensi alam Gunung Kidul kepada publik.

Daihatsu espass
Keberadaan komunitas Daihatsu Espass Gunung Kidul menjadi bukti bahwa kendaraan klasik bukan hanya soal nostalgia

Menurut Aji, kegiatan komunitas selalu diarahkan agar memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Kami ingin keberadaan komunitas ini dirasakan manfaatnya, bukan hanya untuk anggota, tapi juga masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, komunitas ini berharap dapat terus berkembang dan menjadi ruang kebersamaan yang inklusif. Aji menegaskan, usia kendaraan bukan penghalang untuk terus bergerak dan berbagi.

“Meski umur mobil sudah puluhan tahun, semangat kami tetap muda. Selama persaudaraan terjaga, Espass akan terus hidup,” pungkasnya.

Keberadaan komunitas Daihatsu Espass Gunung Kidul menjadi bukti bahwa kendaraan klasik bukan hanya soal nostalgia, tetapi juga mampu menjadi perekat sosial dan simbol kebersamaan di tengah perubahan zaman.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *