Bantul – Upaya mencegah demensia atau kepikunan terus dilakukan di Kabupaten Bantul. Puluhan lanjut usia (lansia) di Padukuhan Pundung, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, mengikuti Sekolah Lansia GINASTEL sebagai sarana edukasi kesehatan terpadu.
Sebanyak 64 lansia tampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna Padukuhan Pundung, Senin (2/2/2026). Program Sekolah Lansia GINASTEL (Gigi Sehat Badan Kuat dengan Sekolah Terpadu Lansia) ini merupakan kolaborasi masyarakat dan akademisi untuk mendorong lansia tetap sehat, mandiri, dan bermartabat.
Founder GINASTEL, drg Prasasti Bintarum, mengatakan demensia memang belum dapat disembuhkan secara total. Namun, kualitas hidup lansia dapat dipertahankan melalui pencegahan sejak dini.
“Pola hidup sehat menjadi kunci utama. Lansia perlu rutin berolahraga, menjaga asupan gizi seimbang, dan tetap aktif bersosialisasi untuk memperlambat kepikunan,” ujar Prasasti.
Selain pemaparan materi, peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, berat badan, dan lingkar perut. Kegiatan ini turut dilengkapi skrining kesehatan gigi oleh mahasiswa koas Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Momen inspiratif hadir dari Simbah Mulyono (61). Meski kehilangan penglihatan akibat kecelakaan kerja pada 2019, ia tetap aktif mengikuti kegiatan dan menjadi penyemangat bagi lansia lainnya.
“Keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti belajar dan berkontribusi,” katanya.
Tak hanya soal kesehatan, Simbah Mulyono juga mengajak para lansia berperan dalam menjaga lingkungan dengan memilah sampah rumah tangga, sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan sampah di Bantul.
Sebagai langkah keberlanjutan program, panitia menyerahkan dua set alat diagnostik gigi kepada kader kesehatan Padukuhan Pundung. Bantuan tersebut diterima oleh Ibu Dukuh Pundung, Suci Nuraini, untuk mendukung skrining kesehatan mulut secara mandiri di tingkat padukuhan.
Kegiatan Sekolah Lansia GINASTEL ditutup dengan senam otak dan senam lansia. Suasana penuh tawa dan keceriaan menandai komitmen bahwa usia lanjut bukan penghalang untuk tetap aktif, sehat, dan bahagia.




