UGM Dorong Peran Pemuda Hadapi Krisis Sosial Menuju Indonesia Emas 2045

UGM
Krisis Sosial Meningkat, Seminar Nasional UGM Tegaskan Pemuda Kunci Indonesia Emas 2045

YOGYAKARTA – Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY bekerja sama dengan Keluarga Alumni Pascasarjana UGM (Kapasgama) menggelar seminar nasional di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka untuk merespons tantangan sosial yang kian kompleks di kalangan generasi muda.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, menyampaikan bahwa meningkatnya perilaku menyimpang remaja tidak dapat dilepaskan dari kombinasi faktor lingkungan dan derasnya arus digital. Menurutnya, pemuda membutuhkan ruang ekspresi yang sehat dan berkelanjutan.

“Fenomena kekerasan jalanan, penyalahgunaan miras, hingga judi online menunjukkan bahwa pemuda sedang berada dalam situasi rentan. Tanpa pendampingan dan ruang positif, mereka mudah terseret arus destruktif,” ujar Faishal dalam pemaparannya.

Faishal menjelaskan, sejumlah faktor dominan yang perlu menjadi perhatian bersama antara lain pengaruh negatif media sosial yang tidak terfilter, lingkungan pergaulan yang permisif terhadap miras dan narkoba, serta masifnya judi online yang menyasar anak muda.

Melalui seminar nasional ini, RKP DIY mendorong terbangunnya kesadaran kolektif lintas sektor agar pemuda tidak hanya menjadi objek kebijakan, melainkan subjek utama pembangunan sosial, ekonomi, dan kebudayaan.

UGM
Krisis Sosial Meningkat, Seminar Nasional UGM Tegaskan Pemuda Kunci Indonesia Emas 2045

“Kami ingin pemuda dilibatkan secara aktif. Bukan sekadar diawasi, tetapi diberi ruang untuk tumbuh, berkreasi, dan berkontribusi positif bagi daerah dan bangsa,” tegasnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah sebagai narasumber. Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno turut hadir memberikan pandangan terkait peran strategis pemuda dalam menjaga kohesi sosial dan ketahanan nasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi muda. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas pemuda menjadi kunci utama.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemuda harus dilibatkan sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Dari sinilah fondasi Indonesia Emas 2045 dibangun,” kata Ambar.

Menutup kegiatan, RKP DIY mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah pendekatan terhadap pemuda. Alih-alih menghakimi, masyarakat didorong untuk hadir sebagai pendamping dan pembimbing dalam mengembangkan potensi generasi muda.

Seminar nasional ini diharapkan menjadi langkah konkret UGM dan RKP DIY dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor perubahan sosial menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

SEO Keywords (Google News)

UGM, Seminar Nasional UGM, Pemuda Indonesia, RKP DIY, Krisis Sosial Remaja, Kekerasan Jalanan, Indonesia Emas 2045, Peran Pemuda, Kapasgama, Pemuda Yogyakarta

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *