Bangkit dari Pandemi, Bakso Huh Hah Kembali Ramaikan Kembangsongo

Bangkit dari Pandemi, Bakso Huh Hah Kembali Ramaikan Kembangsongo

BANTUL – Pelaku UMKM kuliner di Bantul kembali menunjukkan daya tahannya. Salah satunya datang dari Bakso Huh Hah, usaha bakso pedas yang kini kembali eksis setelah sempat berhenti operasional akibat pandemi COVID-19.

Bakso Huh Hah dirintis sejak Oktober 2017 oleh Rafi Zudhatama bersama istrinya. Usaha ini bermula dari kawasan Pedukuhan Bembem, Jetis, dengan menyasar segmen anak muda dan keluarga.

“Awalnya kami benar-benar mulai dari nol, memperkenalkan rasa dan konsep ke pasar lokal,” ujar Rafi saat ditemui di lapak terbarunya, Bantul, belum lama ini.

Seiring meningkatnya minat pelanggan, Bakso Huh Hah berkembang pesat. Pada pertengahan 2018, cabang kedua dibuka di Lapangan Demi, Imogiri, disusul cabang ketiga di sekitar RSUD Panembahan Senopati Bantul pada 2019.

Rafi menuturkan, sebelum pandemi, seluruh gerai berjalan stabil dan menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarga serta karyawan yang terlibat.

Situasi berubah drastis saat pandemi melanda. Penurunan jumlah pembeli membuat operasional usaha terganggu hingga beberapa gerai harus ditutup secara bertahap.

“Omzet turun signifikan. Akhirnya pada akhir 2023 kami memutuskan berhenti total karena kondisi tidak memungkinkan,” kata Rafi.

Memasuki akhir 2024, semangat untuk bangkit kembali muncul. Rafi menghidupkan lagi Bakso Huh Hah dengan konsep yang lebih sederhana dan adaptif, menggunakan tenda serta gerobak agar biaya operasional lebih ringan.

Langkah tersebut mendapat respons positif dari pelanggan lama. Menurut Rafi, banyak konsumen yang kembali setelah bertahun-tahun tidak berjumpa.

“Ada pelanggan yang dulu masih sekolah, sekarang datang bersama anak dan pasangannya. Itu jadi motivasi besar bagi kami,” ujarnya.

Saat ini, Bakso Huh Hah beroperasi di Lapangan Kembangsongo, Trimulyo, setiap Senin hingga Sabtu sore. Sementara pada Minggu pagi, lapak dibuka di kawasan Sunmor Stadion Sultan Agung.

Dengan menu andalan seperti bakso tusuk, tahu walik, dan minuman kekinian, Bakso Huh Hah menjadi contoh kebangkitan UMKM kuliner lokal yang mampu beradaptasi di tengah tantangan.

Rafi berharap ke depan usahanya dapat terus berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar. “Kami ingin terus bertahan dan tumbuh bersama masyarakat Bantul,” pungkasnya.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *