Bantul – PT Pupuk Indonesia menggencarkan percepatan serapan pupuk bersubsidi di wilayah Kapanewon Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Upaya tersebut dilakukan melalui peluncuran program Gaspol (Gerakan Tebus Pupuk Bersubsidi Lanjut) yang melibatkan Kios Pupuk Lengkap (KPL) serta kelompok tani setempat.
Program ini dirancang untuk mendorong petani segera menebus jatah pupuk subsidi yang telah dialokasikan dalam sistem e-RDKK 2026, sekaligus menjaga kesinambungan masa tanam menuju target swasembada pangan nasional 2026.
Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kalurahan Kebonagung, Rumyilah, mengatakan Gaspol memberikan insentif langsung bagi petani yang aktif menebus pupuk sesuai ketentuan.
“Setiap penebusan 100 kilogram pupuk Urea atau NPK Phonska pada periode Februari hingga Maret 2026 akan mendapatkan satu kupon undian. Berlaku kelipatan,” ujar Rumyilah saat kegiatan sosialisasi di BPP Imogiri, Rabu (28/1/2026).
Sejumlah hadiah disiapkan dalam program ini, mulai dari hadiah utama berupa satu ekor domba hingga hadiah pendukung seperti sprayer elektrik, kipas angin, dan setrika. Pengundian rencananya digelar pada 1 April 2026 di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Imogiri.
Selain sosialisasi program, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan layanan uji pH tanah bagi petani, khususnya lahan sawah irigasi yang kerap mengalami penurunan kualitas kesuburan.
“Sebagian besar tanah irigasi di Imogiri memiliki tingkat keasaman di bawah pH 6 atau berada di kisaran tidak ideal bagi tanaman padi. Kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman kerdil dan lambat,” jelasnya.
Melalui uji pH tersebut, petani diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah perbaikan tanah agar produktivitas lahan tetap optimal dan penggunaan pupuk lebih efektif.
Rumyilah juga menekankan pentingnya regenerasi petani, terutama keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Menurutnya, BPP Imogiri terbuka bagi petani milenial, kelompok tani, maupun Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ingin berkonsultasi terkait teknologi dan inovasi pertanian.
“Pertanian hari ini butuh inovasi dan peran anak muda. Kami siap mendampingi,” ujarnya.
Sebagai bagian dari edukasi publik, BPP Imogiri turut memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan pertanian melalui akun Instagram dan TikTok @bppimogiriagung.




