PLERED, BANTUL — Sejarah Kesultanan Mataram Islam kembali mendapat penguatan penting melalui temuan arkeologis di kawasan Keraton Plered, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Makam Kanjeng Ratu Mas Labuhan, permaisuri Susuhunan Amangkurat Agung, dipastikan secara ilmiah berada di kompleks situs pemakaman Masjid Agung Keraton Plered.
Kepastian tersebut diperoleh melalui proses evakuasi dan penelitian arkeologi yang dilakukan sesuai standar pelestarian cagar budaya.
Validasi dipimpin langsung oleh Arkeolog Senior Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, Drs. Wahyu Indrasana.
Dalam penelitian tersebut, tim menemukan batu jirat asli berbahan andesit dengan inskripsi aksara Arab Pegon.
Artefak ini menjadi bukti material utama yang menguatkan identitas makam sebagai milik Kanjeng Ratu Mas Labuhan atau Raden Ajeng Wiratsari.
Menurut Wahyu Indrasana, temuan ini tidak hanya bertumpu pada artefak fisik, tetapi juga diperkuat oleh kesesuaian lokasi, data toponimi, serta catatan sejarah Mataram Islam yang menyebut keberadaan Ratu Labuhan di kawasan Plered.
“Seluruh data lapangan menunjukkan kecocokan antara sumber sejarah dan bukti arkeologis,” jelasnya.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap temuan bersejarah ini, prasasti pemuliaan telah diresmikan di Kompleks Pasareyan Dalem pada Rabu Pon, 12 November 2025. Peresmian tersebut menandai pengakuan resmi atas nilai historis situs makam Ratu Labuhan.
Penemuan ini sekaligus menegaskan Plered sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Mataram Islam pada periode 1645–1677, masa transisi penting dari Mataram Kerto menuju Mataram Plered setelah wafatnya Sultan Agung Hanyokrokusumo.
Kanjeng Ratu Mas Labuhan dikenal memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi maritim di wilayah Pantai Utara Jawa. Ia juga tercatat sebagai ibu kandung Pakubuwana I, tokoh penting dalam kelanjutan dinasti Mataram Islam.
Para ahli menilai situs makam ini bukan sekadar lokasi pemakaman tokoh kerajaan, tetapi juga sumber data sejarah yang bernilai tinggi untuk memahami sistem pemerintahan, ekonomi, dan budaya Mataram Islam di Plered.
Temuan ini diharapkan mendorong penelitian lanjutan serta memperkuat edukasi publik mengenai jati diri dan kejayaan peradaban Nusantara.
Data Utama Situs:
Tokoh: Kanjeng Ratu Mas Labuhan (Raden Ajeng Wiratsari)
Temuan Arkeologis: Batu jirat andesit bertulis aksara Arab Pegon
Lokasi: Kompleks Masjid Agung Keraton Plered, Bantul, DIY
Nilai Sejarah: Bukti otentik era pemerintahan Mataram Islam di Plered




