BANTUL, Berita Top Line – Pendidikan karakter dan kemandirian bagi anak berkebutuhan khusus terus diperkuat oleh SLB Islam Qothrunada. Salah satunya melalui kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) yang digelar di Kampung Pramuka Wukirsari, Imogiri, Bantul, pada 23–24 Januari 2026.
Kegiatan kepramukaan ini diikuti seluruh siswa lintas jenjang, dari kelas kecil hingga kelas besar. Perjusa dirancang sebagai media pembelajaran kontekstual untuk melatih kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan sosial siswa melalui aktivitas di alam terbuka.
Pembina kegiatan, Tri Purwanti, menyampaikan bahwa Perjusa menjadi bagian dari strategi pendidikan karakter yang diterapkan sekolah.
Seluruh rangkaian kegiatan dikawal secara intensif agar tetap ramah, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Ketua Panitia Perjusa, Ahmad Asron Mundhofi, menjelaskan bahwa agenda perkemahan dikemas padat dan terstruktur. Mulai dari upacara pembukaan, kegiatan prestasi, hingga malam keakraban yang diisi api unggun dan pentas seni.
“Perkemahan ini tidak sekadar kegiatan luar ruang, tetapi sarana pembelajaran yang melatih keberanian, kemandirian, dan kepercayaan diri anak,” ujar Asron.
Selain aspek kepramukaan, penguatan spiritual menjadi fondasi utama kegiatan. Para peserta melaksanakan salat Tahajud, salat Hajat, serta salat Subuh berjamaah sebagai bagian dari pembiasaan nilai keislaman.
Menurut Asron, Perjusa mengadopsi pendekatan Multiple Intelligence dan Deep Learning agar setiap siswa dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.
Nilai Dasadharma Pramuka, kemandirian, dan relasi sosial ditanamkan secara praktis melalui aktivitas regu.
Selama kegiatan berlangsung, siswa didampingi guru pendamping dalam sistem regu untuk memastikan proses belajar berjalan optimal.
Melalui Perjusa ini, SLB Islam Qothrunada berharap siswa semakin siap menghadapi kehidupan sosial dengan karakter mandiri, berakhlak, dan percaya diri.




