BANTUL, Berita Top Line – Ekosistem stand up comedy di Kabupaten Bantul kini memiliki ruang pembinaan baru. Paseban (Panggung Stand Up Bantul) resmi hadir sebagai wadah latihan sekaligus pengujian mental bagi komika lokal sebelum melangkah ke panggung yang lebih luas.
Paseban diproyeksikan sebagai “Kawah Candradimuka” bagi para pencari tawa di Bumi Projotamansari. Di tempat ini, komika ditempa melalui proses rutin: menulis, mencoba materi, menerima kritik, dan membangun mental panggung secara berkelanjutan.
Kehadiran Paseban menjadi solusi atas keterbatasan ruang latihan bagi komika Bantul yang selama ini harus berlatih ke pusat Kota Yogyakarta. Komunitas ini berada langsung di bawah naungan Standupindo Jogja, sehingga tetap terhubung dengan standar dan ekosistem stand up comedy yang lebih luas.
Sebagai bentuk keseriusan pembinaan, Paseban menyusun agenda rutin. Open mic digelar dua kali setiap bulan sebagai ruang uji materi di hadapan publik. Selain itu, sesi sharing bulanan menghadirkan mentor dari Standupindo Jogja untuk membedah teknik penulisan materi, penyampaian punchline, hingga penguasaan panggung.
“Paseban hadir sebagai wadah belajar dan mencoba materi stand up comedy bagi komika Bantul,” ujar Mizan Ansori, salah satu inisiator Paseban.
Mizan bukan nama baru di dunia seni pertunjukan. Ia aktif di ketoprak, teater, dan film, serta mencatat prestasi sebagai Juara 1 Lomba Stand Up Karang Taruna Kabupaten Bantul tahun 2024. Baginya, stand up comedy bukan semata soal tawa, melainkan ruang ekspresi personal.
“Stand up itu ruang yang bebas. Kita bisa curhat, berdamai dengan masalah sendiri, sekaligus menghibur orang lain,” kata Mizan.
Paseban terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Calon anggota cukup hadir pada sesi open mic, mendukung ekosistem lokal dengan membeli hidangan di lokasi acara, serta berani naik panggung membawa keresahan pribadi menjadi materi komedi.
Informasi jadwal dan lokasi kegiatan Paseban dapat diakses melalui akun Instagram @paseban_btl atau @standupindo_jgj.




