BANTUL, Berita Top Line – Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Bantul kembali menunjukkan hasil konkret. Bank Sampah Singo Ras 03 yang berlokasi di Dusun Singosaren, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, menguatkan kemandirian lingkungan warga melalui penerapan sistem pengelolaan sampah rumah tangga terpadu yang didampingi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah.
Program tersebut menitikberatkan pada penyelesaian sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, dengan pendekatan terstruktur, berbasis regulasi, serta didukung teknologi digital.
Ketua Bank Sampah Singo Ras 03, Daryati, mengungkapkan bahwa hingga Januari 2026, program ini telah melibatkan 63 nasabah aktif. Total sampah yang berhasil dikelola mencapai sekitar 4 ton, dengan nilai manfaat ekonomi yang kembali ke warga melebihi Rp2 juta.
“Ini bukan sekadar menabung sampah, tapi membangun kesadaran kolektif bahwa sampah memiliki nilai dan tanggung jawabnya ada di masing-masing rumah,” ujarnya.
Lima Layanan Strategis Pendampingan
Dalam implementasinya, KSM Pilah Berkah menerapkan lima platform layanan utama sebagai fondasi pengelolaan sampah yang profesional dan berkelanjutan di Singosaren.
Pertama, penerapan standar tata kelola sampah yang mengacu pada regulasi pemerintah, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Kedua, pendampingan pengelolaan sampah berbasis kawasan agar sistem berjalan terintegrasi antarwarga.
Ketiga, penyediaan jaminan pasar bagi sampah terpilah sehingga hasil pilahan warga memiliki kepastian serapan. Keempat, sosialisasi serta pelatihan teknis yang dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.
Kelima, pemanfaatan sistem aplikasi pengelolaan sampah secara real-time yang terintegrasi dengan Waste Crisis Center (WCC) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta direkomendasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.
Penguatan Teknologi Pengolahan Organik
Selain pengelolaan administrasi dan distribusi, warga juga dibekali keterampilan teknis pengolahan limbah organik. Perwakilan KSM Pilah Berkah, Yekti Murmani, menjelaskan bahwa warga Singosaren kini mampu mengoperasikan Lubang Resapan Biopori untuk kompos padat serta Mini Komposter yang menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC).
“Target akhirnya adalah sampah tuntas di rumah masing-masing, sehingga tidak lagi membebani TPS maupun lingkungan sekitar,” jelasnya.
Menuju Kawasan Percontohan
Melalui action program bertajuk “Sampahku Tanggung Jawabku”, Bank Sampah Singo Ras 03 mengusung tiga pilar utama, yakni pemilahan sampah sejak rumah tangga, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta mengubah sampah menjadi sumber manfaat ekonomi dan lingkungan.
Dengan dukungan teknologi, kepastian pasar, serta partisipasi aktif warga, Dusun Singosaren menargetkan diri sebagai kawasan percontohan pengelolaan sampah mandiri di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk untuk meraih akreditasi dan sertifikasi PROPER berbasis komunitas.
Informasi Layanan
Bank Sampah Singo Ras 03
Dusun Singosaren, Wukirsari, Imogiri, Bantul
WhatsApp: 0821-3738-1414 / 0831-9196-0897
Instagram: @banksampahsingo.ras03 | @ksm_pilah_berkah
Email: banksampahras03.singosaren@gmail.com




