TOPLINE, BANTUL (DIY) – Sebuah sudut di Pleret, Bantul, kini menjadi magnet bagi para pencinta musik lawas dan penikmat kuliner otentik. Dikenal dengan nama Omah Pleret, tempat yang berlokasi di Keputren, Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini tidak hanya menjadi markas besar (basecamp) bagi komunitas musik yang rindu alunan musik tembang kenangan Koes Plus, tetapi juga surga bagi pemburu sarapan tradisional.
Dalam sebuah obrolan santai, Shinta Ayu Lingling, koordinator musik di Omah Pleret,saat ditemui di lokasi. Minggu (18/1/2026), menjelaskan bahwa tempat ini memiliki harmoni yang unik antara hobi musik dan pelestarian budaya kuliner.
”Acaranya reguler seminggu sekali. Di sini jadi basecamp Campur Plus milik Kanjeng Pangeran Nurdiantoro yang akrab dipanggil Romo Nurdi, beliau manajer sekaligus komandannya,” ungkap Shinta Ayu.
Menu Istimewa: Bubur Krecek dan Jangan Ndeso
Selain suguhan musik nostalgia yang menghanyutkan, daya tarik utama Omah Pleret terletak pada menu sarapannya yang istimewa. Pengunjung yang datang pada pagi hari (pukul 06.00 – 09.00 WIB) dapat menikmati sajian khas Burcek (Bubur Krecek) dan Jangan Ndeso yang menggugah selera.
Menu ini merupakan masakan rantangan khas yang dikelola langsung oleh istri Romo Nurdi dengan cita rasa yang sangat otentik khas pedesaan. “Pagi ada menu istimewa Bubur Krecek dan Jangan Ndeso. Biasanya jam 8 atau jam 9 sudah habis karena banyak peminatnya. Kalau sore, mulai jam 5 sampai malam, baru ada Bakmi Jawa Pak Yono,” jelas Shinta.
Rumah Bagi Musisi Lintas Profesi
Omah Pleret juga menjadi rumah bagi KMB (Koes Plus Mania Bantul). Di sini, tembang kenangan Koes Plus menjadi perekat bagi para penggemar fanatik. Menariknya, personel yang terlibat dalam melestarikan lagu-lagu legendaris ini adalah para tenaga profesional, mulai dari guru SMA, guru STM, dosen UII, hingga pegawai kantor pos dan Dinas Peternakan.
”Personelnya solid, ada yang guru sekolah, ada yang dari kampus. Romo Nurdi sangat menjaga keutuhan grup ini dalam membawakan musik tembang kenangan Koes Plus. Kalau sudah cocok ya tidak mau ganti-ganti,” tambah Shinta.
Terbuka untuk Umum dan Acara Spesial
Omah Pleret juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin menggunakan lokasi tersebut untuk berbagai acara pribadi, seperti:
Pernikahan (Wedding) dan Pre-wedding.
Acara Khitanan.
Acara Marhabanan atau pengajian.
Pertemuan komunitas.
Dengan fasilitas parkir yang luas dan akses yang strategis di kawasan Keputren, Omah Pleret kini menjadi salah satu destinasi unggulan di Bantul yang menggabungkan harmoni musik nostalgia Koes Plus dengan kehangatan kuliner tradisional yang istimewa.
”Bagi yang mau booking tempat atau penyanyi spesialis tembang kenangan, bisa langsung hubungi Romo Nurdi. Kami punya kru lengkap, sekitar 10 orang yang siap membantu acara,” pungkas Shinta Ayu Lingling.




