TOPLINE, BANTUL, Yogyakarta – Upaya pelestarian seni budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus diperkuat melalui kehadiran ruang-ruang kreatif baru. Salah satunya adalah Bale Kajenar yang beralamat di Sendang Wangi, Plencing, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Tempat ini diproyeksikan menjadi sentra baru pengembangan seni budaya, tidak hanya untuk skala lokal Bantul, tetapi juga nasional hingga internasional.
Pendamping Desa Budaya dari Dinas Kebudayaan DIY (Kundha Kabudayan), Astuti Handayani, A.P., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Bale Kajenar merupakan wujud nyata apresiasi terhadap tokoh seni budaya di Yogyakarta. Bale ini berdiri di bawah bimbingan dan kepemilikan pribadi Kanjeng Pangeran Nurdiantoro Buyut dr Paku Buwono 10 , seorang tokoh yang memiliki visi besar dalam menjaga warisan leluhur.
“Bale Kajenar ini menjadi tempat
berkembangnya seni budaya, khususnya di Kabupaten Bantul dan Kalurahan Wukirsari. Ini adalah bentuk apresiasi dan upaya uri-uri (melestarikan) kebudayaan,” ujar Astuti Handayani, A.P., S.Pd., M.Pd. saat ditemui di sela-sela persiapan kegiatan di lokasi tersebut, Kamis (8/1/2026).
Menangkal Dampak Negatif Gadget
Salah satu misi utama didirikannya Bale Kajenar adalah memberikan edukasi kepada generasi penerus. Beliau menekankan pentingnya memperkenalkan seni budaya sedini mungkin agar identitas bangsa tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
”Seni budaya di sini dikembangkan agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman atau inovasi dari gadget dan teknologi lainnya. Kita ingin seni budaya tetap eksis dan berkembang sesuai koridornya di tengah generasi muda,” tambahnya.
Jangkauan Internasional
Meski berlokasi di tingkat kelurahan, visi Bale Kajenar melampaui batas wilayah. Ke depannya, aktivitas seni di tempat ini diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan dan pelaku seni dari seluruh DIY hingga mancanegara.
Astuti Handayani, A.P., S.Pd., M.Pd. berharap Bale Kajenar bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk lebih mengenal kekayaan budaya Yogyakarta yang otentik. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan ekosistem budaya di wilayah Imogiri semakin hidup dan mampu memberikan dampak positif, baik dari sisi pelestarian maupun ekonomi kreatif bagi masyarakat sekitar.




