TOPLINE, Imogiri, Bantul Yogyakarta – Pemerintah Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, menunjukkan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik terkait pembangunan proyek Lumbung Mataraman. Hal ini disampaikan menyusul adanya aspirasi dan pertanyaan dari warga mengenai progres serta anggaran pembangunan di wilayah tersebut.
Lurah Wukirsari, Bapak Susilo, menyambut baik kehadiran warga yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai teknis pelaksanaan proyek. Menurut beliau, kepedulian masyarakat adalah kunci suksesnya pembangunan di tingkat kalurahan.
”Kami sangat mengapresiasi kehadiran warga. Ini adalah bentuk transparansi dari Pemerintah Kalurahan Wukirsari. Masukan ini menjadi bahan evaluasi agar kami dapat melayani masyarakat dengan lebih baik lagi ke depannya,” tutur Bapak Susilo dengan ramah, Selasa (6/1/2026)
Penyesuaian Anggaran Berdasarkan Rekomendasi BPK
Dalam keterangannya, Bapak Susilo memberikan klarifikasi mengenai perubahan rencana pembangunan. Beliau menjelaskan bahwa sebelumnya memang terdapat rencana pembangunan unit Joglo dan Gazebo dalam proyek Lumbung Mataraman tersebut.
Namun, setelah dilakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang melibatkan Paniradya Kaistimewan, Dinas Pertanian, serta menindaklanjuti rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pembangunan struktur tersebut diputuskan untuk ditiadakan.
”Berdasarkan hasil koordinasi dan rekomendasi BPK, pembangunan Joglo dan Gazebo tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, kami di Kalurahan Wukirsari mengikuti aturan tersebut dan mengembalikan fokus pembangunan pada sektor peternakan puyuh serta sarana pendukung yang diizinkan,” jelas Bapak Susilo.
Pengelolaan SILPA dan Koordinasi dengan Inspektorat
Terkait pertanyaan warga mengenai sisa anggaran, Bapak Susilo secara transparan mengungkapkan adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar kurang lebih Rp16 juta. Beliau memastikan bahwa dana tersebut akan dikelola sesuai dengan regulasi keuangan yang berlaku.
Guna menjamin akuntabilitas dan memberikan rasa tenang kepada masyarakat Wukirsari, Bapak Susilo menegaskan bahwa pihaknya akan segera bersurat secara resmi kepada Inspektorat Kabupaten Bantul.
”Kami akan bersurat ke Inspektorat untuk memohon pendampingan dan pemeriksaan khusus. Hal ini penting agar semua data yang kami miliki dapat dikroscek secara objektif. Jika memang ada kekurangan, kami siap memperbaikinya demi kebaikan warga Wukirsari,” pungkas Bapak Susilo.
Dengan adanya langkah ini, Pemerintah Kalurahan Wukirsari berharap masyarakat dapat terus bersinergi dalam mengawal setiap program pembangunan demi kemajuan bersama di Kapanewon Imogiri.




