Pererat Silaturahmi, Pasederekan Trah Hamengku Buwono II Peringati Haul ke-198 di Yogyakarta

Pererat Silaturahmi, Pasederekan Trah Hamengku Buwono II Peringati Haul ke-198 di Yogyakarta

TOPLINE, ​YOGYAKARTA (DIY) – Tepat pada tanggal 3 Januari 2026, Pasederekan Trah Hamengku Buwono II menggelar peringatan Haul atau peringatan wafatnya Sri Sultan Hamengku Buwono II yang ke-198. Acara ini menjadi momentum penting bagi para keturunan untuk berkumpul dan memperkuat komitmen dalam melestarikan warisan leluhur.

​Peringatan Haul tahun 2026 ini dihadiri oleh anggota Trah HB II yang datang dari berbagai penjuru daerah, mulai dari DIY, Surabaya, Malang, Ngawi, Semarang, Temanggung, Banyumas, hingga Wonosobo.
​Rangkaian Kegiatan: Dari Bakti Sosial hingga Pelestarian Alam
​Ketua II Pasederekan HB II, Bapak R.R. Indro Susilo, menjelaskan bahwa puncak acara Haul ini didahului oleh serangkaian kegiatan yang bermakna sejak akhir tahun lalu.

​Ziarah dan Bakti Sosial: Pada Oktober 2025, rangkaian dimulai dengan ziarah ke tempat kelahiran HB II di lereng Gunung Sindoro, tepatnya di Dukuh Pagerotan, Pagerejo, Wonosobo. Di sana, diadakan pengobatan alternatif gratis bagi warga yang dipimpin oleh Bapak R. Suyadi Utomo.

​Pelatihan Membatik: Pada akhir November 2025, diselenggarakan pelatihan membatik yang dipimpin oleh Ibu RAy Indah, cucu dari Pahlawan Nasional RM Suryopranoto.
​Aksi Lingkungan (Memayu Hayuning Bawono): Sebagai wujud kecintaan terhadap alam, dilakukan penanaman pohon langka Jampinang (Pohon Pancasila) di kompleks Pemakaman Raja-raja Kotagede. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Penghageng Makam Kotagede, Romo KRT Hastonokusumo.

​Fokus pada Pelestarian Tradisi dan Budaya
​Sultan Hamengku Buwono II dikenal dalam sejarah sebagai pembela dan penegak tradisi Jawa yang gigih di Kasultanan Yogyakarta. Meski berada di bawah tekanan penjajah Belanda, beliau tetap mengutamakan pelestarian seni, budaya, dan tradisi Mataram Jawa untuk menjaga kekokohan Kasultanan.

​Semangat inilah yang ingin diteruskan oleh para keturunannya. Ketua Panitia Haul, Bapak RM Hendro Marwoto, mengajak seluruh anggota Trah untuk bertekad mengembangkan warisan Eyang HB II yang sangat beragam.

​”Tujuan utama kami adalah mengenang jasa beliau dalam menjaga tradisi budaya Jawa dan membangun tali silaturahmi antar sesama keturunan atau darah dalem,” ujar perwakilan panitia.

Fokus utama pasederekan ke depan adalah berpartisipasi aktif menjaga warisan benda maupun tak benda, termasuk:
​Situs Bersejarah: Situs Warungboto, Situs Nogobondo, dan Situs Gua Siluman.
​Karya Seni: Wayang kulit, batik, dan karya sastra yang jumlahnya sangat banyak.
​Melalui peringatan ini, Pasederekan Trah HB II berharap generasi muda tetap bangga dan mampu melanjutkan tradisi adiluhung yang telah diwariskan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *