Purwakarta, Berita Top Line – Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Purwakarta menuai sorotan warga. Sejumlah proyek dinilai menyisakan pertanyaan terkait kesesuaian lokasi dan manfaat yang diterima masyarakat.
Hasil penelusuran awak media menunjukkan sedikitnya empat titik proyek SPAM di Desa Karoya, Gandasoli, dan Rawasari. Proyek tersebut berasal dari Pokir dua anggota DPRD Purwakarta berinisial Wn (Gerindra) dan Dz (Golkar), dengan jenis pekerjaan serta nilai anggaran yang tercatat sama.
Namun, di lapangan ditemukan perbedaan hasil pekerjaan. Di Desa Karoya, papan informasi proyek mencantumkan lokasi di RT 01 RW 01, sementara sumur bor justru dibangun di RT 06 di atas lahan milik pribadi.

“Lokasinya bukan seperti di papan proyek, dibangun di tanah pribadi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (26/12/2025).
Perbedaan juga terlihat dari pemanfaatan proyek. Di Desa Gandasoli, SPAM dari Pokir Dz telah dilengkapi jaringan pipa dan meteran air sehingga air bersih dapat langsung dimanfaatkan warga. Sementara proyek SPAM dari Pokir Wn hanya berupa sumur bor tanpa jaringan distribusi, sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Awak media telah berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Purwakarta. Kepala Bidang Disperkim, Eko, sempat menyampaikan tengah mengikuti rapat. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lanjutan terkait perbedaan spesifikasi dan lokasi proyek.
Pengamat tata kelola dan pengawasan anggaran publik, Ahmad Taufik, menilai perbedaan output proyek dengan anggaran yang sama perlu dievaluasi.
“Proyek dengan jenis pekerjaan dan pagu anggaran yang sama seharusnya menghasilkan output yang setara dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa ketidaksesuaian lokasi dengan papan proyek berpotensi menyalahi prinsip transparansi dan perlu pengawasan lebih lanjut.(yadi S – red)




