Bantul, Berita Top Line – Awal tahun 2026 akan diwarnai gelaran seni tradisi bertajuk Kepyakan Bale Kajenar 2026 di Dalem Bale Kajenar, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Nedhak Laku Nuladha Ratu” dan dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 3 hingga 8 Januari 2026.
Kepyakan Bale Kajenar menjadi ruang temu seniman, budayawan, dan masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Jawa, khususnya warisan Mataram. Sejumlah kesenian tradisional akan ditampilkan secara terbuka bagi publik.
Rangkaian acara dimulai pada 3 Januari 2026 dengan kegiatan melukis on the spot serta pertunjukan musik keroncong. Selanjutnya, pada 5–7 Januari 2026, pengunjung akan disuguhi berbagai pentas seni seperti Reog, Jathilan, Karawitan, Tari Tradisional, dan Rodat.
Puncak acara akan digelar pada 8 Januari 2026 dengan agenda Kirab Budaya dan beragam pertunjukan, antara lain Reog Klasik, Kenduri Budaya, Kepyakan, Tari Srimpi, Macapat Geguritan, Dalang Anak, Sholawat, serta Karawitan Anak dan Dewasa.
Rangkaian Kepyakan Bale Kajenar 2026 akan ditutup dengan pagelaran wayang kulit Babad lakon “Wahyu Siti Wangi” yang dibawakan dalang Ki Udreka Hadi Swasana.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bale Kajenar bersama sejumlah mitra budaya, di antaranya KKL Jurusan Pedalangan ISI Yogyakarta, Yayasan Warisan Budaya Mataram Plencing, BPCB Imogiri, Plencing Raya, dan BPM. Kolaborasi lintas komunitas tersebut dinilai sebagai bentuk nyata gotong royong dalam upaya pelestarian budaya sekaligus regenerasi seniman tradisi.
Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Dalem Bale Kajenar, kawasan Imogiri yang dikenal sebagai salah satu sentra spiritual dan budaya Jawa. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi budaya serta memperkuat keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi leluhur.




