Segelas Susu dari Lereng Puncak, Cisarua Kuatkan Ketahanan Pangan Nasional

Segelas Susu dari Lereng Puncak, Cisarua Kuatkan Ketahanan Pangan Nasional

BOGOR, Berita Top Line – Gerakan Minum Susu Nasional resmi diluncurkan sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat. Program ini menjadi titik terang bagi para peternak sapi perah di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, yang selama ini menjadi penggerak utama sektor peternakan susu segar di wilayah Jawa Barat.

Salah satu sentra kegiatan ini terletak di Peternakan Eriffarm, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua. Di bawah sejuknya udara pegunungan, ratusan sapi perah dirawat secara profesional guna menghasilkan susu segar berkualitas tinggi.

Susu
Peternak sapi perah di Cisarua, Bogor, dorong swasembada pangan melalui gerakan minum susu nasional, selaras visi Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua DPK Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kecamatan Cisarua, Joe Salim, menyampaikan apresiasi terhadap program nasional ini. Ia menilai gerakan ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong demi kemandirian pangan bangsa.

 

“Susu lokal bukan hanya menyehatkan, tapi juga menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga peternak. Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari yang besar—cukup dari segelas susu setiap hari,” ujar Joe.

Ia menjelaskan bahwa Eriffarm merupakan model kolaboratif berbasis Kandang Koloni, hasil kerja sama antar Kelompok Tani Ternak Sapi Perah (KTTSP). Sistem ini memfasilitasi para peternak dengan kandang standar bersama, sehingga efisiensi biaya dan mutu produksi dapat ditingkatkan.

 

“Para peternak tidak lagi terbebani untuk membangun kandang secara individu. Fokus mereka kini adalah pada perawatan ternak, peningkatan produksi, dan keberlanjutan populasi sapi perah,” tambahnya.

Tak hanya memperkuat sinergi internal, TMI Cisarua juga berencana menggandeng kelompok tani dari sembilan desa dan satu kelurahan di Kecamatan Cisarua. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas dampak positif gerakan, sekaligus menciptakan distribusi susu segar yang merata dan berkesinambungan.

 

“Kami ingin seluruh wilayah Cisarua bergerak bersama. Jika suplai stabil dan pasar terbuka, maka kesejahteraan peternak akan meningkat secara kolektif,” jelas Joe.

Sebagai daerah dataran tinggi dengan potensi peternakan yang kuat, Cisarua diharapkan dapat menjadi pionir sentra susu segar Jawa Barat. Dengan dukungan masyarakat dan konsistensi pemerintah, pola konsumsi susu lokal bisa tumbuh menjadi gaya hidup sehat nasional.

Gerakan Minum Susu Nasional juga akan diwarnai dengan berbagai kegiatan edukatif, mulai dari Hari Minum Susu Serentak di sekolah, program Susu Goes to School, Festival Kampung Susu, hingga kampanye digital bertagar #SegelasSusuSejutaKetahanan.

Program ini turut sejalan dengan kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong swasembada pangan dan ketahanan gizi rakyat. Inisiatif ini selaras dengan semangat Nawacita dan visi Indonesia Emas 2045, yang menempatkan sektor pangan sebagai tulang punggung stabilitas dan kedaulatan negara.

 

“Jika bukan kita yang bergerak, siapa lagi? Kedaulatan pangan hanya bisa terwujud bila seluruh elemen bangsa saling bergandeng tangan,” pungkas Joe, penuh semangat.

Secara hukum, dukungan terhadap program ini mengacu pada UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, dengan prinsip kemandirian dan keberlanjutan.

Melalui gerakan ini, segelas susu dari lereng Puncak bukan sekadar asupan gizi, tapi menjadi simbol tekad kolektif untuk membangun bangsa yang sehat, kuat, dan berdaulat dalam pangan.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *