TOP LINE – DEPOK – Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menegaskan bahwa pernyataannya dalam apel Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok beberapa waktu lalu tidak perlu diklarifikasi.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi, ancaman, atau intervensi dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terhadap ASN benar adanya.
Penegasan ini disampaikan dalam forum Rencana Kerja (Renja) Dinas Inspektorat Kota Depok yang digelar di lantai 5, ruang Edelweis, Balai Kota Depok, Jalan Raya Margonda, Pancoran Mas, pada Senin (3/3/2025).
Dalam kesempatan itu, Chandra mengimbau ASN untuk tetap fokus bekerja dan tidak perlu takut terhadap intervensi pihak luar.
“Ramai pemberitaan terkait pernyataan saya saat apel kemarin, dan tidak ada yang perlu diklarifikasi atau diralat, karena apa yang kami sampaikan adalah benar. Jadi saya pastikan, semua perangkat daerah dan jajarannya tidak bisa diatur atau dikendalikan oleh pihak luar,” tegasnya.
Chandra juga berharap agar ASN dapat mengutamakan pelayanan publik. “Saya minta rekan-rekan agar tidak perlu takut terkait hal tersebut. Fokus saja bekerja dengan sebaik-baiknya, pastikan orientasinya adalah optimalisasi pelayanan terhadap publik,” lanjutnya.
Terkait keberadaan Ormas dan LSM, Chandra menegaskan bahwa mereka tetap diperbolehkan memberikan ide atau masukan, namun tidak untuk mengatur.
“Kalau Ormas atau LSM ingin memberikan masukan atau gagasan, silakan, tapi bukan untuk mengatur-atur. Jadi apa yang saya sampaikan dalam apel kemarin agar LSM atau Ormas tidak boleh mengatur-atur, ya benar,” tambahnya.
Chandra Rahmansyah Pastikan Tak Ada ‘Titipan’ dalam PPDB
Chandra juga menyoroti praktik jual beli bangku dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang terjadi dari tahun ke tahun.
“Kita menyoroti soal jual beli bangku sekolah yang sering terjadi dalam PPDB. Saya ingatkan, itu sangat dzalim, mengambil hak orang yang tidak mampu yang seharusnya berhak. Jadi kita pastikan praktik seperti itu tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Ia juga menegaskan kesiapannya untuk memberikan penjelasan langsung kepada siapa pun yang berusaha menitipkan peserta didik.
“Tolong, yang mau nitip-nitip siapa pun itu, temui saya langsung. Nanti akan saya jelaskan dengan baik-baik. Tidak perlu benturan dengan dinas, langsung saja temui saya. Saya mohon dengan kerendahan hati dan hormat, saya siap menemui dan memberikan penjelasan sebaik-baiknya,” ungkap Chandra.
Pernyataan ini sejalan dengan janji kampanyenya untuk menghapus praktik titip-menitip demi mewujudkan keadilan sosial di Kota Depok.




